- Aamir Khan dan sutradara Ashutosh Gowariker akan kembali berkolaborasi dalam proyek film biografi olahraga berjudul Lalkaara.
- Aamir Khan menolak efek digital dan menjalani diet ekstrem untuk memerankan kapten kriket Lala Amarnath secara alami.
- Film bertema sejarah dan kriket tersebut dijadwalkan akan dirilis secara global pada Desember 2027 mendatang.
Suara.com - Dunia sinema Bollywood bersiap menyambut salah satu kolaborasi paling dinantikan dalam dua dekade terakhir.
Aamir Khan, sang "Mr Perfectionist" dipastikan akan kembali bekerja sama dengan sutradara bertangan dingin, Ashutosh Gowariker.
Reuni bersejarah ini terjadi tepat 25 tahun setelah film ikonik mereka, Lagaan (2001), berhasil menembus nominasi Oscar dan mengubah wajah film olahraga India.
Proyek ambisius bertajuk Lalkaara (atau Lalkaar) ini akan mengangkat kisah hidup Lala Amarnath, sosok revolusioner dan kapten legendaris yang membawa kriket India ke peta kekuatan dunia.
Transformasi Ekstrem: Menolak Efek Digital demi Keaslian
Bukan Aamir Khan namanya jika tidak memberikan totalitas tanpa batas.
Di usianya yang akan menginjak 61 tahun saat syuting dimulai, Aamir menghadapi tantangan besar: ia harus memerankan Lala Amarnath muda saat masih berusia 25 tahun.
Menariknya, Aamir memilih jalan yang sulit. Di tengah tren penggunaan teknologi de-aging (efek visual untuk membuat aktor tampak muda) yang marak di Hollywood dan Bollywood, Aamir justru menolaknya.
Ia kini tengah menjalani program penurunan berat badan yang sangat ketat dan latihan fisik intensif untuk mendapatkan bentuk tubuh pemuda usia 20-an secara alami.
Dedikasi ini membuktikan bahwa semangat sang aktor untuk menghidupkan karakter secara otentik belum pudar.
Soal diet ekstreme ini sebenarnya pernah dilakukan Aamir Khan saat memerankan tokoh pegulat Mahavir Phogat di film Dangal (2016).
Lebih dari Sekadar Biopik: Drama di Balik Garis Perbatasan
Lalkaara bukan sekadar film biografi olahraga biasa. Film ini dirancang sebagai drama sejarah berskala besar dengan latar belakang salah satu periode paling emosional dalam sejarah manusia: era Partisi (pembagian wilayah) India dan Pakistan.
Puncak cerita akan berfokus pada seri pertandingan Test bersejarah tahun 1952.
Saat itu, Lala Amarnath memimpin tim nasional India melawan Pakistan dalam pertemuan pertama mereka di lapangan hijau setelah perpisahan negara.