Suara.com - Drama musikal fantasi original Indonesia SIRENA: Air Mata dari Lautan siap membawa kisah putri duyung ke panggung Balai Sarbini, Jakarta, pada 9-10 Oktober 2026.
Diproduksi Shine Era Entertainment, pertunjukan ini memadukan musik, drama, koreografi, tata artistik, multimedia, teknologi, serta kearifan lokal Indonesia.
SIRENA juga membawa pesan tentang keluarga, keberanian, penerimaan, persahabatan, serta hubungan manusia dengan sesama dan alam.
Sutradara SIRENA, Djaelani M., mengatakan karya ini dipersiapkan untuk berkembang menjadi intellectual property (IP) jangka panjang dan tidak berhenti sebagai sebuah pertunjukan.
"Kami ingin sebenarnya SIRENA itu sebagai IP yang jangka panjang, bukan sekadar untuk pertunjukan yang saat ini," ujar Djaelani dalam konferensi pers SIRENA di Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Selain pengembangan IP, SIRENA membawa pesan tentang pentingnya empati kepada generasi muda.
"Kami juga mau mengajarkan generasi muda Indonesia bahwa salah satu yang penting itu adalah dari sisi empati, bagaimana kita merasakan, kita mengayomi, dan menerima banyak perbedaan latar belakang," katanya.
Kisah Mermaid di Dunia Manusia
SIRENA berkisah tentang seorang anak yang dapat hidup di dua dunia, laut dan daratan. Ia terdampar di sebuah pantai setelah kerajaan Atargatis, tempat asalnya, hancur akibat perang laut.
Kehilangan orang tua, SIRENA kemudian dirawat oleh keluarga seorang dokter yang mengajarinya menjalani kehidupan sebagai manusia. Dalam proses adaptasi itu, SIRENA menghadapi konflik dengan putri keluarga dokter yang merasa kehadirannya mulai mengambil perhatian orang-orang di sekitarnya.
SIRENA juga menyimpan rahasia. Air matanya dapat berubah menjadi mutiara ketika ia menangisi orang tua dan kerajaan asalnya. Kemampuan itu membuatnya menjadi sasaran orang-orang yang ingin mengambil keuntungan dengan menculik dan menyiksanya.
Anthony, seorang tetangga yang dekat dengan SIRENA, kemudian berusaha melindungi rahasia sekaligus menyelamatkannya. SIRENA pun dihadapkan pada pilihan antara kembali ke laut atau tetap berada di daratan bersama orang-orang yang telah menyayanginya.
Libatkan Talenta Muda dan Penyandang Disabilitas
SIRENA menghadirkan Rara Sudirman sebagai SIRENA dewasa dan Muhammad Fachad Haydra sebagai Anthony. Ada pula Radhyna Azahra Putri sebagai Reina, Widi Mulia sebagai Ratu Kaia, Agus Wisman sebagai Raja Athar, serta Teuku Zacky sebagai Prof. Dharma.
Talenta muda turut mengisi pertunjukan, di antaranya Rasyad Aiman Agus sebagai Leo, Firzanah Alya sebagai SIRENA kecil, Yoan Cocohamida sebagai Anthony kecil, dan Loisa Ramadhani sebagai Reina kecil.
Rara mengatakan keterlibatannya dalam SIRENA menjadi kesempatan untuk melihat perkembangan musikal Indonesia sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat di bidang musik dan teater.
"Rara bangga sekali bisa menjadi bagian dari SIRENA. Banyak sekali wadah yang bisa dikembangkan untuk anak-anak generasi muda untuk meneruskan bakatnya dalam bidang musik dan teater," kata Rara.
Keterlibatan penyandang disabilitas juga menjadi bagian dari produksi SIRENA.
Fatma Saifullah Yusuf, istri Menteri Sosial, mengapresiasi kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk terlibat langsung dalam pertunjukan. Ia menyebut sekitar 7-10 anak penyandang disabilitas terlibat sebagai pemain musik dalam SIRENA.
"Saya sangat bangga, sangat terharu ketika saya mendengar ada sekitar 7-10 anak disabilitas, pemain musik, kita lihat tadi, dan mereka bisa terlibat di dalamnya," ujar Fatma.
Fatma berharap semakin banyak pelaku industri kreatif yang memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas untuk berkarya.
Sediakan 1.000 Kursi untuk Anak Berprestasi
Shine Era Entertainment juga menghadirkan program 1.000 Kursi Anak Berprestasi bagi anak-anak dari berbagai latar belakang, termasuk penyandang disabilitas, siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu, anak yatim, dan anak-anak dari sekolah rakyat.
Fatma mengatakan dirinya bersama sejumlah istri menteri turut mendukung program itu dengan mengajak anak-anak dari kelompok rentan untuk menyaksikan SIRENA.
"Saya sendiri bersama beberapa istri menteri bisa men-support dan mengajak teman-teman atau anak-anak dari kelompok rentan. Baik itu sekolah rakyat, anak disabilitas, anak penderita kanker, kemudian anak yatim dan lain sebagainya," ujar Fatma.
Program ini juga menyasar mitra Srikandi atau pengemudi ojek online perempuan binaan melalui dukungan dari pihak Kementerian UMKM.
Melalui pertunjukan dan program itu, SIRENA ingin menghadirkan ruang bagi anak-anak untuk menikmati seni pertunjukan sekaligus mengenal nilai empati, keberanian, penerimaan, dan kepedulian terhadap sesama.
Drama musikal SIRENA: Air Mata dari Lautan akan digelar pada 9-10 Oktober 2026 di Balai Sarbini, Jakarta.
Tiket dapat diperoleh melalui Kiostix. Informasi lebih lanjut tersedia melalui WhatsApp +62 831 3420 2534 atau Instagram @shineera.entertainment. ***
Kontributor: Mohammad Rhadzaki Ramadhan