Synchronize Fest 2026 Kembali ke Semangat Gerakan, Sambut Generasi Baru

Rabu, 30 September 2026 | 16:26 WIB
Kolaborasi para musisi, artis, kru, dan berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Synchronize Fest 2026. (Suara.com/Mohammad Rhadzaki Ramadhan)

Suara.com - Sepuluh tahun setelah pertama kali digunakan, tagline It’s Not Just A Festival, It’s A Movement kembali diangkat Synchronize Fest. Namun, kembalinya tema lama itu hadir di tengah wajah festival yang sudah berubah, terutama dari generasi penontonnya.

Memasuki tahun ke-11, Synchronize Fest ingin membawa kembali semangat yang menjadi dasar penyelenggaraannya kepada generasi baru. Bukan dengan mengulang apa yang sudah dilakukan, melainkan melihat kembali perjalanan satu dekade untuk menentukan bagaimana festival ini terus bergerak.

Director of Festival Synchronize Fest David Karto mengatakan keputusan mengembalikan tema ini lahir dari refleksi setelah satu dekade penyelenggaraan.

“Kenapa tahun ini kita mengembalikan tema It’s Not Just A Festival, It’s A Movement. Setelah perayaan satu dekade, kita merasa harus melihat kembali dan mengingat sebuah pergerakan kita,” ujar David Karto dalam konferensi pers Synchronize Fest 2026 di Live House Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (30/9/2026).

Menjadi Pengingat untuk Generasi Baru

Kembalinya tema lama tidak lepas dari perubahan generasi yang datang ke Synchronize Fest.

Dari kiri ke kanan, Director of Artistic Synchronize Fest Saleh Husein, Artist & Repertoire David Tarigan, Director of Communication Aldila Karina, dan Director of Festival David Karto dalam konferensi pers Synchronize Fest 2026 di Live House Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (30/9/2026). (Suara.com/Mohammad Rhadzaki Ramadhan)

Director of Communication Synchronize Fest Aldila Karina mengatakan festival kini banyak dihadiri penonton yang belum menjadi bagian dari perhelatan Synchronize Fest pada 2016, saat tema itu pertama kali digunakan.

“Sekarang Synchronize Festival didominasi dengan generasi yang jauh lebih muda, di mana mereka kalau di tahun 2016 itu belum pernah datang ke Synchronize Festival,” ujar Aldila.

Karena itu, tema lama dihadirkan kembali sebagai pengingat mengenai alasan Synchronize Fest dibangun.

“Ini bukan menjadi hal pengulangan, tapi justru ini menjadi sebuah penanda, pengingat untuk generasi muda bahwa ini adalah alasan kenapa festival ini sejak awal dimulai,” katanya.

Aldila menjelaskan Synchronize Fest sejak awal ingin mempertemukan berbagai genre musik dalam satu ruang. Gagasan itu kemudian berkembang menjadi ruang yang mempertemukan musisi komersial dan skena bawah tanah tanpa sekat.

“Tidak ada lagi klasifikasi, lu levelnya musisi komersial ataupun lu bawah tanah, semua menyatu di Synchronize Festival,” lanjutnya.

Bukan Sekadar Menumpuk Nama Artis

Semangat mempertemukan berbagai genre juga terlihat dari cara tim Synchronize Fest menyusun rundown.

(Dok: Synchronize Fest 2026)

Aldila mengatakan tim program secara berkala mengevaluasi susunan penampil dengan menempatkan diri sebagai penonton. Mereka memastikan penampilan di satu panggung tidak berbenturan dengan genre dan karakter audiens yang sama di panggung lain.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com