- Kejati Jawa Barat resmi menahan Wakil Bupati Indramayu Syaefudin pada Jumat, 23 Oktober 2026.
- Syaefudin ditahan atas dugaan korupsi tunjangan rumah dan transportasi DPRD periode 2019-2025 senilai Rp18,79 miliar.
- Bupati Indramayu Lucky Hakim meminta maaf kepada pemilih serta menjamin pelayanan publik tetap berjalan normal.
Alokasi anggaran tersebut diduga sengaja dinaikkan secara sepihak untuk menanggung beban pajak menggunakan APBD, dengan total taksiran kerugian negara mencapai Rp18,79 miliar.
Jeratan hukum kian menguat setelah praperadilan yang diajukan kubu Syaefudin resmi ditolak oleh Pengadilan Negeri Bandung.
Tepis Spekulasi Liar
Di tengah pusaran perkara ini, muncul rumor politik yang mencoba mengaitkan Lucky Hakim ke dalam kasus tersebut.
Menyikapi hal itu, Lucky secara gamblang meluruskan konteks waktu terjadinya perkara agar masyarakat tidak terjerumus spekulasi tak berdasar.
"Betul, ada pihak-pihak yang sengaja mengaitkan masalah ini dengan bupati. Entah bupati siapa yang dimaksud, apakah saya atau bupati sebelumnya. Padahal peristiwa kasus ini terjadi di saat saya bukan bupati, melainkan wakil," ucapnya.
Meski demikian, Lucky tetap mengajak publik untuk menghargai asas praduga tak bersalah sebelum adanya putusan peradilan yang berkekuatan hukum tetap (inkrah).
"Saya yakin pihak kejaksaan bekerja sangat teliti dan berdasar bukti yang kuat. Namun perlu diingat, status tersangka belum tentu bersalah. Masih ada proses persidangan, dan di sanalah hak membela diri dibuka seluas-luasnya hingga putusan berkekuatan hukum tetap," kata Lucky.
Permohonan Maaf Tulus kepada Relawan dan Pemilih
Di balik ketegasannya menjaga ritme birokrasi, Lucky mengaku merasakan beban emosional yang berat melihat kekecewaan para relawan, tim sukses, dan pendukung akar rumput yang telah berjuang memenangkan pasangan Lucky-Syaefudin pada kontestasi politik lalu.
Dengan kerendahan hati, sang bupati menyampaikan permohonan maaf mendalam atas kegaduhan hukum yang terjadi.
"Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pemilih Paslon Nomor 2 (Lucky-Syaefudin) di Pilkada Indramayu 2024 atas peristiwa hukum ini. Pertanyaan, kekhawatiran, bahkan kecaman dari eks tim sukses dan loyalis banyak sekali yang masuk ke media sosial saya," ujar Lucky penuh haru.
Ia berjanji akan tetap tegak berdiri menuntaskan seluruh janji kampanye hingga masa pengabdiannya usai.
"Insya Allah visi dan misi akan terus kita kawal dan jalankan secara maksimal. Saya optimis menyelesaikan amanah ini sampai akhir masa jabatan dengan penuh tanggung jawab. Kepada Allah saya memohon perlindungan, dan saya mohon doa dari seluruh masyarakat agar Indramayu tetap menjadi daerah yang adil, makmur, dan sejahtera," tuturnya.