Komitmen tersebut juga menjangkau Palestina melalui program ABF Voices of Jerusalem. Bekerja sama dengan Magnificat Institute, program ini menghadirkan pendidikan musik, paduan suara, pengembangan keterampilan sosial dan emosional, serta dukungan psikososial bagi anak-anak dan generasi muda dari Betlehem dan Yerusalem Timur.
Pada Oktober 2019, Bocelli juga tampil bersama penyanyi sopran Palestina, Zeina Barhoum, dalam kegiatan penggalangan dana yang diselenggarakan Andrea Bocelli Foundation bersama Galilee Foundation. Kegiatan tersebut berhasil menghimpun hampir 760.000 Poundsterling untuk mendukung program pendidikan kedua yayasan.
Berbagai inisiatif tersebut memperlihatkan bagaimana musik dapat menjadi medium untuk membangun ruang dialog, memperkuat solidaritas, dan memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk memiliki masa depan yang lebih baik.
Founder Shoemaker Live, Prajna Murdaya, menyampaikan bahwa konser ini membawa makna yang lebih luas dari sekadar pertunjukan musik. Menurutnya, pesan perdamaian dan persatuan menjadi nilai penting yang ingin disampaikan melalui kehadiran Andrea Bocelli di Indonesia.
“Kami memahami bahwa bagi banyak orang, konser ini memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar pertunjukan musik. Ada kepedulian mendalam terhadap mereka yang harus menghadapi konflik dan kehilangan. Kami mendengarkan setiap pandangan tersebut dengan hati terbuka,” ujar Prajna.
Ia menambahkan bahwa Andrea Bocelli ingin menyampaikan harapan akan perdamaian, terutama bagi mereka yang hingga kini belum dapat merasakannya. Dalam pertunjukan tersebut, salah satu lagu juga akan didedikasikan untuk kemanusiaan dan perdamaian dunia.
Dari Borobudur untuk Pesan Perdamaian Dunia
Konser Andrea Bocelli Romanza 30th Anniversary World Tour Indonesia dijadwalkan berlangsung pada 31 Oktober 2026 di kawasan Candi Borobudur, Magelang, dan berlanjut pada 3 November 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Kehadiran Andrea Bocelli di Borobudur menjadi momentum istimewa yang mempertemukan warisan budaya Indonesia dengan karya musik maestro dunia. Di tengah kemegahan situs warisan budaya dunia tersebut, konser ini diharapkan menghadirkan pengalaman musikal yang tidak hanya berkesan, tetapi juga membawa pesan universal tentang persatuan, kepedulian, dan perdamaian.
Lebih dari sekadar perayaan tiga dekade perjalanan album Romanza, konser ini menjadi pengingat bahwa musik memiliki kekuatan untuk melampaui perbedaan, menyentuh hati, dan menggerakkan aksi nyata bagi sesama.
Sebab, pada akhirnya, musik tidak hanya tentang apa yang didengar, tetapi juga tentang pesan dan kebaikan yang dapat disampaikan kepada dunia.***