Perjalanan Raffi Ahmad: Dari Figuran, Digerebek Pesta Narkoba, hingga Masuk Istana

Minggu, 01 November 2026 | 15:00 WIB
Raffi Ahmad (Instagram)
BACA 10 DETIK
  • Raffi Ahmad menuai kontroversi dan boikot masyarakat setelah menghadiri deklarasi sumpah pemuda di Bundaran HI pada 2026.
  • Badan Narkotika Nasional pernah menggerebek kediaman Raffi Ahmad terkait kasus penyalahgunaan narkotika pada 27 Januari 2013 silam.
  • Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Raffi Ahmad sebagai Utusan Khusus Presiden di Istana Negara pada 2024.

Tidak hanya mengandalkan kemampuan akting, Raffi juga mulai memperluas kiprahnya ke dunia musik.

Pada 2006, ia terpilih menjadi salah satu personel grup vokal Bukan Bintang Biasa (BBB) bentukan musisi Melly Goeslaw.

Grup tersebut beranggotakan Raffi Ahmad, Laudya Cynthia Bella, Chelsea Olivia, Dimas Beck, dan Ayushita.

Bersama BBB, Raffi merilis sejumlah lagu dan turut membintangi film Bukan Bintang Biasa The Movie.

Titik penting berikutnya datang pada 2008 ketika Raffi dipercaya menjadi pembawa acara program musik Dahsyat. Ia memandu acara tersebut bersama Luna Maya dan Olga Syahputra.

Program musik yang tayang di RCTI itu menjadi salah satu batu loncatan terbesar dalam perjalanan kariernya.

Raffi tidak lagi hanya dikenal sebagai aktor sinetron dan film, tetapi juga sebagai presenter yang mampu menghibur penonton melalui gaya komunikasinya.

Sejak saat itu, tawaran menjadi pembawa acara semakin berdatangan. Raffi juga tetap aktif di dunia akting, musik, dan berbagai program televisi lainnya.

Produktivitasnya di industri hiburan kemudian berkembang ke ranah bisnis dan produksi konten.

Perlahan, Raffi membangun citra sebagai figur serba bisa yang memiliki pengaruh besar di dunia hiburan Indonesia.

Digerebek Pesta Narkoba oleh BNN 

Di tengah popularitasnya yang sedang menanjak, perjalanan Raffi Ahmad sempat mengalami masa sulit.

Pada 27 Januari 2013, BNN melakukan penggerebekan di kediaman Raffi Ahmad di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan 17 orang, termasuk Raffi.

Sejumlah nama publik figur lain turut diamankan, di antaranya anggota DPRD DKI Jakarta saat itu, Wanda Hamidah, serta pasangan selebritas Irwansyah dan Zaskia Sungkar.

Penggerebekan tersebut berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan narkotika.

Dari lokasi kejadian, petugas menemukan barang bukti berupa dua linting ganja dan 14 butir zat 3,4-MDMC atau yang dikenal sebagai methylone.

Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium, BNN menyatakan Raffi positif mengonsumsi 3,4-MDMC.

Pada 1 Februari 2013, ia ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani penahanan selama 20 hari.

Kasus tersebut membuat aktivitas Raffi di dunia hiburan terganggu.

BNN kemudian menjalankan proses rehabilitasi terhadap Raffi di UPT Terapi dan Rehabilitasi BNN di Lido, Bogor.

Pada 27 April 2013, BNN mengembalikan Raffi kepada keluarganya setelah menjalani program rehabilitasi.

Meski demikian, proses hukum ketika itu masih berjalan dan Raffi diwajibkan melakukan lapor dua kali dalam seminggu.

Masuk Istana Dilantik Presiden Prabowo

Setelah melewati berbagai dinamika dalam perjalanan hidupnya, Raffi Ahmad terus memperluas kiprah di luar dunia hiburan.

Bersama sang istri, Nagita Slavina, ia mengembangkan sejumlah usaha di bidang hiburan, produksi konten, dan bisnis.

Popularitas yang dimilikinya juga membuat Raffi memiliki pengaruh besar di media sosial.

Perjalanan tersebut kemudian membawanya memasuki lingkungan pemerintahan.

Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Raffi Ahmad sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni pada Selasa, 22 Oktober 2024.

Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta.

Pengangkatan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 76/M Tahun 2024 tentang Pengangkatan Utusan Khusus Presiden periode 2024–2029.

Dalam jabatan tersebut, Raffi mendapat tanggung jawab yang berkaitan dengan pembinaan generasi muda dan pekerja seni.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com