Suara.com - Foto udara menunjukkan selimut yang menutupi es di celah Tsanfleuron untuk mencegahnya mencair di resor Glacier, Les Diablerets, Swiss, Selasa (13/9/2022). Swiss berusaha mengurangi pencairan lapisan es dan gletser dengan cara menyelimutinya.
Lapisan es yang selama 2000 tahun telah menutupi pegunungan di Swiss mulai mencair. Perubahan iklim dan pemanasan global menjadi penyebabnya. Mencairnya lapisan es tersebut membuat pegunungan Swiss tampak 'botak' dengan Bebatuan hitam terlihat di sana.
Ahli gletser, Mauro Fischer dari Universitas Bern mengatakan pencairan ketebalan es ini bisa tiga kali lebih tinggi daripada 10 musim panas terakhir. Contohnya seperti es tebal yang menutupi celah gunung antara gletser Scex Rouge dan gletser Tsanfleuron saat ini mulai mencair sepenuhnya.
Akibat musim dingin yang kering, pemanasan global dan gelombang panas panas yang melanda Eropa pada tahun ini ditengarai akan menjadi bencana besar bagi gletser Alpine. [Fabrice COFFRINI / AFP] [Suara.com/Alfian winanto]
Tag
Berita Terkait
-
Helikopter Jatuh, Kepala Badan Intelijen Tewas dengan 5 Warga Amerika Serikat
-
Relokasi akibat Perubahan Iklim: Mengapa Tak Cukup dengan Memindahkan Warga ke Tempat Aman?
-
4 Sepeda Gunung yang Nyaman di Aspal maupun Tanah, Tetap Ringan Dikayuh
-
Kebakaran di Kawasan Bromo: Mengapa Pemulihan Ekosistem Tak Bisa Sekadar Menanam Pohon?
-
El Nino Berpotensi Jadi Bencana Iklim Terhebat Sepanjang Sejarah hingga Awal Tahun 2027, Kenapa?
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Yonif 413/Bremoro Gelar Donor Darah Bersama Warga di Karanganyar
-
Prajurit dan Persit Yonif 413/Bremoro Galang Bantuan untuk Korban Gempa NTT
-
Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari