-
NOAA memprediksi 69 persen peluang terjadinya El Nino terkuat dalam sejarah hingga tahun 2027.
-
Fenomena ini memicu kekeringan parah di Indonesia serta potensi banjir besar di benua Amerika.
-
Pemanasan global memperkuat intensitas El Nino, namun kesiapsiagaan mitigasi dunia kini jauh lebih baik.
Suara.com - Fenomena El Nino terkuat dalam sejarah modern diprediksi melanda bumi hingga awal tahun 2027. Gelombang panas Pasifik ini berpotensi memicu kekeringan parah, banjir bandang, hingga kebakaran hutan di berbagai belahan dunia.
National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) memproyeksikan peluang sebesar 69 persen bagi kemunculan El Nino historis pada periode Oktober hingga Desember. Kekuatan fenomena ini diperkirakan melampaui rekor intensitas tertinggi yang pernah tercatat sejak tahun 1950.
Eskalasi suhu permukaan laut yang ekstrem di wilayah Pasifik menjadi pemicu utama ancaman krisis iklim global ini. Peningkatan volume air panas di Pasifik Timur telah melampaui seluruh ambang batas pemantauan historis sebelumnya.
“Mulai bulan April, peristiwa ini sudah melampaui peristiwa-peristiwa sebelumnya yang paling banyak diamati,” kata Paul Roundy, profesor ilmu atmosfer dan lingkungan dari State University of New York di Albany, dikutip dari Explainer Anadolu, Kamis (20/8/2026).
Ia menjelaskan bahwa model simulasi numerik terus menunjukkan peningkatan kekuatan fenomena ini secara konstan dari prediksi awal. Lonjakan massa air hangat di wilayah Pasifik Timur tercatat menjadi yang terbesar dalam sejarah pemantauan manusia.
Mengapa El Nino Kali Ini Sangat Mengkhawatirkan?
"Menurut saya, angka 69% itu konservatif, mengingat peristiwa ini telah melampaui intensitas peristiwa terkuat pada abad ke-20 berdasarkan tolok ukur terbaik yang kita miliki," ujar Roundy.
Kepanikan peneliti didasari oleh tingginya kepastian data iklim yang belum pernah terjadi pada generasi sebelumnya. Satu-satunya variabel yang belum pasti adalah durasi ketahanan sinyal panas tersebut selama musim dingin di Belahan Bumi Utara.
“Saat ini, tingkat keyakinan untuk prakiraan musiman mungkin lebih tinggi daripada yang pernah kita lihat dalam lebih dari satu masa hidup,” tambah Roundy.
Baca Juga: Kemarau Panjang Ubah Wajah Situ Gede, Air Menyusut Pemandangan Tak Biasa Ini Viral
Secara mekanis, El Nino terjadi akibat kenaikan suhu permukaan air laut di wilayah Pasifik tropis bagian tengah dan timur. Melemahnya angin sakal menghentikan dorongan air hangat ke Asia, lalu menyebarkannya kembali ke arah benua Amerika.
Anomali suhu bawah permukaan air laut di Pasifik timur bahkan telah menembus angka 10 derajat Celsius di atas normal. Perubahan aliran panas dan kelembapan atmosfer ini secara langsung mengacaukan pola cuaca serta rantai makanan hayati laut.
Kapan Puncak Dampak Bencana Iklim Ini Terjadi?
“Intensitas puncaknya sangat dibatasi oleh siklus musiman, yakni antara bulan November dan Januari,” jelas Roundy.
Ia juga mengingatkan bahwa gelombang dampaknya akan terus berlanjut hingga musim semi tahun 2027. Durasi pengakhiran fenomena ini sangat bergantung pada dinamika pergerakan pola angin global selanjutnya.
“Beberapa kejadian di masa lalu bahkan berlanjut hingga musim panas, namun waktu berakhirnya sangat tidak pasti karena bergantung pada kondisi angin,” imbaunya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
El Nino Berpotensi Jadi Bencana Iklim Terhebat Sepanjang Sejarah hingga Awal Tahun 2027, Kenapa?
-
6 Cara Membalik Sponge Cushion yang Mulai Kering
-
Politik di Ruang Pengasuhan: Kecemasan Membesarkan Anak di Negeri Sendiri
-
Mending Kulkas Inverter atau Konvensional? Cek Mana yang Lebih Hemat Listrik
-
645 Rumah Khusus Tahap V Diserahkan, Brantas Abipraya Dukung Eks Pejuang Timor-Timur
-
5 Tips Melindungi Data Pribadi saat Terhubung ke Wi-Fi Publik
-
6 Rice Cooker Maspion Terbaik, dari yang Mungil hingga Jumbo 6 Liter untuk Nasi Pulen
-
Suara Rakyat Lima Tahun Sekali, setelah Itu Siapa yang Berkuasa?
-
BRI KKB National Expo 2026 Raih Rekor MURI, Hadirkan Promo Kredit Kendaraan
-
Kata Damai AS - Iran Main Jauh, Donald Trump Putus Komunikasi soal Selat Hormuz