Suara.com - Menjelang Hari Kasih Sayang, pembeli membanjiri Pasar Bunga Rawa Belong di Jakarta. Perayaan Hari Valentine yang dirayakan pada tanggal 14 Februari ini memberikan dampak positif pada penjualan bunga di pasar yang merupakan pusat distribusi bunga terbesar di Asia Tenggara.
Bunga dijual dalam berbagai bentuk, mulai dari jumlah besar hingga bundel kecil. Bagi mereka yang ingin membawa pulang karangan bunga yang telah dikustomisasi, mereka dapat mengunjungi toko-toko bunga di kompleks pasar.
Lonjakan permintaan ini menyebabkan kenaikan harga di Pasar Bunga Rawa Belong. Secara umum, harga bunga melonjak dua kali lipat selama perayaan Hari Valentine. Sebuah bundel mawar merah yang menjadi favorit di Hari Kasih Sayang biasanya dijual antara Rp 80.000 dan Rp 100.000 pada hari biasa. Namun, menjelang Valentine harga melonjak menjadi Rp 200.000.
Meskipun kenaikan harga yang signifikan, pasar masih ramai dengan pembeli, tidak hanya pemilik toko bunga tetapi juga pembeli individu. Perayaan cinta tahunan ini adalah acara yang paling ditunggu-tunggu oleh pedagang bunga di pasar ini. [Suara.com/Alfian Winanto]
Berita Terkait
-
Wacana ASN 3 Hari WFO Imbas Efisiensi, Pj Gubernur Jakarta Klaim Siap Ikuti Aturan Pusat
-
Deretan Promo Valentine 2025 Khusus Pasukan Jomblo, Cuma Modal KTP!
-
Kandas di Hakim Djuyamto, Kubu Hasto Pertimbangan Ajukan Praperadilan Ulang
-
Praperadilan Ditolak, Hasto Tetap Jadi Tersangka Kasus Suap Harun Masiku
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
Pilihan
-
Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata
-
Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Terus Melawan
-
Dua Sepeda Motor yang Dibakar Massa di Pos Polisi Pejompongan Diduga Milik Intel
-
Sepeda Motor Dibakar Dekat Pos Polisi Pejompongan, Bentrok Pecah
-
Tolak MBG dan Kopdes, FMN: Anggaran Hanya Lari ke Prabowo dan Kroni-kroninya!
Terkini
-
Momen Hangat Rudy Susmanto di Balai Kesejahteraan Sosial: Dari Beri Makan Warga hingga Cek Fasilitas
-
Massa Pati Dikecam Ojol usai Tinggalkan Aksi DPR, Botok Buka Suara
-
Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Masih Terus Melawan
-
Cerita Suara Dentuman Kagetkan Warga Pandeglang: Rumah Hancur Meledak, Penghuni Berhamburan
-
AMPB Akhirnya Minta Maaf ke Ojol Usai Dikecam karena Tinggalkan Massa Aksi di Jakarta
-
Perang 400 Anggota Gangster Pecah di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Satu Orang Terluka Bacok
-
Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata
-
Revaldo Kembali Tergiur Narkoba Setelah Bertemu Pemasok di Bogor
-
Demo DPR Ricuh, Polisi Bubarkan Massa dengan Gas Air Mata
-
Palmerah Membara: Pospol Petamburan Dikabarkan Dibakar Massa, Gas Air Mata Pecah Berkali-kali