Foto / News
Jum'at, 20 Maret 2026 | 06:00 WIB
Pecalang atau petugas keamanan adat Bali memantau situasi Jalan Tol Bali Mandara saat Hari Raya Nyepi tahun Saka 1948 di wilayah Desa Adat Tuban, Badung, Bali, Kamis (19/3/2026). [ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/wsj]
Suasana Terminal Domestik Bandara I Gusti Ngurah Rai lengang saat Hari Raya Nyepi tahun Saka 1948 di wilayah Desa Adat Tuban, Badung, Bali, Kamis (19/3/2026). [ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/wsj]
Foto udara suasana sepi di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (19/3/2026). [ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/wsj]
Suasana Terminal Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai lengang saat Hari Raya Nyepi tahun Saka 1948 di wilayah Desa Adat Tuban, Badung, Bali, Kamis (19/3/2026).[ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/wsj]
Pecalang atau petugas keamanan adat Bali berpatroli melewati kawasan Masjid Agung Asasuttaqwa saat Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948 di Desa Adat Tuban, Badung, Bali, Kamis (19/3/2026) malam. [ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/wsj]
Pecalang atau petugas keamanan adat Bali berpatroli melewati kawasan Masjid Agung Asasuttaqwa saat Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948 di Desa Adat Tuban, Badung, Bali, Kamis (19/3/2026) malam. [ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/wsj]
Pecalang atau petugas keamanan adat Bali berpatroli saat Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948 di wilayah Desa Adat Tuban, Badung, Bali, Kamis (19/3/2026) malam. [ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/wsj]

Suara.com - Pecalang atau petugas keamanan adat Bali memantau situasi Jalan Tol Bali Mandara saat Hari Raya Nyepi tahun Saka 1948 di wilayah Desa Adat Tuban, Badung, Bali, Kamis (19/3/2026).

Berbagai kawasan pariwisata, ruas jalan, dan objek vital di Bali yang biasanya ramai terpantau lengang saat Hari Raya Nyepi. Umat Hindu menjalani Catur Brata Penyepian selama 24 jam hingga Jumat (20/3) pukul 06.00 WITA, sehingga seluruh aktivitas dihentikan.

Selama Nyepi, masyarakat dilarang bepergian, bekerja, menyalakan lampu, serta melakukan hiburan. Kondisi ini membuat jalanan kosong tanpa kendaraan, bahkan operasional fasilitas umum dan bandara juga dihentikan sementara demi menjaga kesunyian.

Petugas keamanan adat atau pecalang melakukan patroli untuk menjaga ketertiban wilayah. Pengawasan dilakukan guna memastikan warga mematuhi aturan, termasuk memadamkan penerangan di permukiman dan tempat usaha selama berlangsungnya Catur Brata Penyepian. [ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/wsj]

Load More