Foto / Lifestyle
Senin, 22 Juni 2026 | 11:00 WIB
Umat Islam berziarah di Gua Hira, Jabal Nur, Makkah, Arab Saudi, Kamis (18/6/2026). [ANTARA FOTO/Citro Atmoko/sgd/foc]
Umat Islam antre memasuki Gua Hira di Jabal Nur, Makkah, Arab Saudi, Kamis (18/6/2026). [ANTARA FOTO/Citro Atmoko/sgd/foc]
Umat Islam berdoa saat berziarah di Gua Hira, Jabal Nur, Makkah, Arab Saudi, Kamis (18/6/2026). [ANTARA FOTO/Citro Atmoko/sgd/foc]
Umat Islam memanjatkan dia saat berziarah di Gua Hira, Jabal Nur, Makkah, Arab Saudi, Kamis (18/6/2026). [ANTARA FOTO/Citro Atmoko/sgd/foc]
Umat Islam berziarah di Gua Hira, Jabal Nur, Makkah, Arab Saudi, Kamis (18/6/2026). [ANTARA FOTO/Citro Atmoko/sgd/foc]

Suara.com - Umat Islam berziarah di Gua Hira, Jabal Nur, Makkah, Arab Saudi, Kamis (18/6/2026). Gua Hira menjadi salah satu destinasi ziarah spiritual bagi jamaah dari berbagai negara di sela-sela pelaksanaan ibadah haji maupun umrah.

Gua Hira merupakan tempat Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama berupa Surah Al Alaq ayat 1-5 melalui Malaikat Jibril. Karena nilai sejarah dan spiritualnya, lokasi tersebut menjadi salah satu tujuan utama ziarah bagi jamaah yang datang ke Makkah.

Untuk mencapai Gua Hira, jamaah harus mendaki Jabal Nur atau Gunung Cahaya yang memiliki ketinggian sekitar 640 meter di atas permukaan laut. Pendakian menuju puncak umumnya memakan waktu sekitar satu hingga dua jam melalui jalur yang cukup terjal.

Meski tidak termasuk rangkaian wajib maupun rukun haji, ziarah ke Gua Hira kerap dimanfaatkan jamaah untuk berdoa, bertafakur, serta mengenang perjalanan dakwah Rasulullah SAW di awal masa kenabian.[ANTARA FOTO/Citro Atmoko/sgd/foc]

Load More