Foto / News
Jum'at, 21 Agustus 2026 | 07:00 WIB
Pengungsi korban gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) beristirahat di dalam tenda posko pengungsian Lapangan Barangkolong, Reo, Kabupaten Manggarai, NTT, Kamis (20/8/2026). [ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/nym]
Foto udara posko pengungsian korban gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) di Lapangan Barangkolong, Reo, Kabupaten Manggarai, NTT, Kamis (20/8/2026). [ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/nym]
Pengungsi korban gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) berjalan di dekat tenda posko pengungsian Lapangan Barangkolong, Reo, Kabupaten Manggarai, NTT, Kamis (20/8/2026). [ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/nym]
Tiga anak bermain di posko pengungsian Lapangan Barangkolong, Reo, Kabupaten Manggarai, NTT, Kamis (20/8/2026). [ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/nym]
Pengungsi korban gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) berjalan di dekat tenda posko pengungsian di Lapangan Barangkolong, Reo, Kabupaten Manggarai, NTT, Kamis (20/8/2026). [ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/nym]
Foto udara posko pengungsian korban gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) di Lapangan Barangkolong, Reo, Kabupaten Manggarai, NTT, Kamis (20/8/2026). [ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/nym]

Suara.com - Pengungsi korban gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) berjalan di dekat tenda posko pengungsian Lapangan Barangkolong, Reo, Kabupaten Manggarai, NTT, Kamis (20/8/2026).

Hingga Kamis (20/8) sore, BNPB mencatat warga yang mengungsi akibat bencana gempa bumi NTT terus bertambah mencapai 92.735 orang yang tersebar di berbagai wilayah NTT.

Aktivitas gempa susulan masih terjadi di NTT. Hingga Kamis (20/8) pukul 16.00 WIB, BNPB mencatat sebanyak 3.752 gempa susulan sejak gempa utama M7,7 mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026.

Kondisi tersebut membuat warga memilih bertahan di lokasi pengungsian. Jumlah pengungsi bertambah 33.088 orang dibandingkan data sebelumnya yang mencapai 59.647 jiwa.

BNPB mencatat korban meninggal dunia bertambah menjadi 75 orang, sedangkan 907 warga mengalami luka-luka. Pemerintah terus menyalurkan bantuan dan melakukan penanganan darurat bagi masyarakat terdampak. [ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/nym]

Load More