Foto / News
Sabtu, 05 September 2026 | 09:00 WIB
Kendaraan besar mengantre hingga ke bahu jalan tol saat mengisi BBM jenis solar di Rest Area KM 68 Tol Tangerang-Merak, Kota Serang, Banten, Jumat (4/9/2026). [ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/nym]
Foto udara sejumlah kendaraan besar mengantre saat mengisi BBM jenis solar di Rest Area KM 68 Tol Tangerang-Merak, Kota Serang, Banten, Jumat (4/9/2026). [ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/nym]
Foto udara sejumlah kendaraan besar mengantre saat mengisi BBM jenis solar di Rest Area KM 68 Tol Tangerang-Merak, Kota Serang, Banten, Jumat (4/9/2026). [ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/nym]

Suara.com - Kendaraan besar mengantre hingga ke bahu jalan tol saat mengisi BBM jenis solar di Rest Area KM 68 Tol Tangerang-Merak, Kota Serang, Banten, Jumat (4/9/2026). Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mencatat konsumsi solar bersubsidi pada Agustus 2026 naik sebesar 15,10 persen.

Kenaikan 15,10 persen itu menjadi 58.271 kiloliter per hari dibandingkan dengan rata-rata penyaluran solar subsidi sebelum terjadinya kenaikan harga solar nonsubsidi sebesar 50.624 kiloliter per hari.

Kenaikan konsumsi juga dipengaruhi meningkatnya aktivitas logistik, termasuk distribusi barang untuk kebutuhan masyarakat. BPH Migas mencatat tren penyaluran solar subsidi terus meningkat sejak April 2026.

BPH Migas memproyeksikan kebutuhan solar subsidi sepanjang 2026 mencapai sekitar 20,27 juta kiloliter. Pemerintah terus memantau penyaluran agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.[ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/nym]

Load More