Gelap Gulita 40 KK di Jambi Menanti Listrik

Kamis, 08 Oktober 2026 | 09:00 WIB
Seorang pelajar belajar dengan penerangan lampu senter di dalam rumahnya yang belum mendapatkan layanan listrik di Dusun Suka Jaya, Desa Lagan Ulu, Tanjung Jabung Timur, Jambi, Rabu (7/10/2026). [ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/wsj]
Seorang warga menyalakan lampu senter di rumahnya yang belum mendapatkan layanan listrik di Dusun Suka Jaya, Desa Lagan Ulu, Tanjung Jabung Timur, Jambi, Rabu (7/10/2026). [ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/wsj]
Seorang warga menuangkan air ke dalam gelas dengan penerangan lilin di dalam rumahnya yang belum mendapatkan layanan listrik di Dusun Suka Jaya, Desa Lagan Ulu, Tanjung Jabung Timur, Jambi, Rabu (7/10/2026). [ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/wsj]
Warga berbincang dengan penerangan lilin di dalam rumahnya yang belum mendapatkan layanan listrik di Dusun Suka Jaya, Desa Lagan Ulu, Tanjung Jabung Timur, Jambi, Rabu (7/10/2026). [ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/wsj]

Suara.com - Seorang pelajar belajar dengan penerangan lampu senter di dalam rumahnya yang belum mendapatkan layanan listrik di Dusun Suka Jaya, Desa Lagan Ulu, Tanjung Jabung Timur, Jambi, Rabu (7/10/2026).

Pemerintah Desa Lagan Ulu menyebutkan sebanyak 40 kepala keluarga (KK) di dua dusun setempat belum mendapatkan layanan listrik, sementara Kementerian ESDM menargetkan rasio elektrifikasi rumah tangga seluruh Indonesia bisa mencapai 100 persen pada 2029.

Warga selama ini mengandalkan mesin diesel dan genset untuk memenuhi kebutuhan penerangan. Sebagian hanya menyalakan genset beberapa jam pada malam hari karena harus menghemat bahan bakar yang harganya cukup mahal.

Usulan pemasangan jaringan listrik telah diajukan sejak 2020 dan kembali disampaikan pada 2025 serta Februari 2026. Jaringan listrik disebut sudah tersedia sekitar 2,5 kilometer dari permukiman, namun belum diperpanjang ke dua dusun tersebut. [ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/wsj]

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com