Fresh.suara.com - Cinta Laura sedang jadi sorotan netizen setelah muncul di acara podcast Close the Door yang dipandu Deddy Corbuzier. Di podcast tersebut, Cinta Laura hadir bersama Widy Sudiro Nichlany atau yang juga dikenal dengan nama Widy Vierra.
Pada kesempatan tersebut, Widy sempat menceritakan perihal insiden mengerikan di masa lalu. Kala itu, Widy sempat jadi korban pelecehan seksual di kawasan Jakarta Selatan.
Widy menceritakan kronologis dirinya diculik usai pulang dari sebuah tempat nongkrong. Beruntung bagi Widy, para pelaku penculikan mengenali bahwa dirinya adalah vokalis band Vierra, sehingga diturunkan di sebuah tempat tanpa sempat mengalami pelecehan lebih jauh.
Widy sempat menangis lantaran terlalu trauma mengingat masa lalu yang mengerikan tersebut. Cinta Laura bahkan sampai memeluk Widy dan menenangkannya.
Kemudian, masih dalam podcast itu, Cinta Laura mengaku terkejut lantaran Widy merasa bahwa apa yang terjadi pada dirinya merupakan aib. Sebab menurut Cinta, hal buruk yang terjadi pada seseorang tidak selalu lantaran salah orang tersebut.
“Tadi Widi bilang ‘karena sekarang aku sudah semakin dewasa aku merasa apa yang terjadi kepadaku adalah aib’. Sumpah.. kok bisa ya masyarakat kita mengajarkan mayoritas dari penduduk negara ini untuk merasa jika ada sesuatu yang tidak adil terjadi kepada mereka itu salah mereka,” keluh Cinta.
Kemudian, usai hadiri podcast Deddy Corbuzier, Cinta membuat postingan berisi penggalan wawancaranya dengan Deddy. Pada bagian caption, Cinta Laura menjabarkan kritiknya pada segelintir masyarakat yang masih cenderung membiarkan para pelaku pelecehan seksual.
“This needs to STOP. Apa sih yang membuat pikiran masyarakat sampai ke titik ini? Kenapa kita terus membiarkan pelaku lolos tanpa hukuman dan pengetahuan bahwa yang dilakukan SALAH?! Struktur budaya dan kultural apakah yang membuat korban harus menanggung rasa sakit dan malu atas apa yang terjadi pada mereka?” ujarnya.
Menurut Cinta Laura, hal-hal seperti ini tidak akan pernah terselesaikan jika tidak ada niat serius dari pihak berwenang untuk menggodok konsep pelecehan dan mau mendengar para korbannya.
Baca Juga: Tak Meribetkan Masalah Ridders, Cinta Laura Hanya Inginkan Barang Ini: Yang Penting Ada Air Putih
“Ini masalah kita semua, terlepas dari pendidikan, lingkungan dan status ekonomi. Masalah sistemis, yang jujur, akan terus memperlambat perkembangan negara inj menuju demokrasi yang sesungguhnya. Dengan kompas moral yang rusak dan cara berfikir yang bias, beberapa tahun kedepan sangat krusial untuk kita semua menyuarakan isu ini agar masyarakat dan pihak-pihak yang berkuasa sadar bahwa pengetahuan dan pelatihan yang intens mengenai isu ini sangat penting. Hukum yang ada akan sulit diimplementasikan jika cara berpikir pihak yang berwenang pun masih terbelakang. Keputusan yang objektif tidak mungkin bisa dibuat jika semua pihak belum sepenuhnya mengerti konsep pelecehan dan dampaknya terhadap korban dan masa depan bangsa ini,” tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123