/
Senin, 22 Agustus 2022 | 10:22 WIB
AKP Dwi Jatmiko marah

Fresh.suara.com - Belakangan ini viral sebuah video seorang polisi yang adu mulut dengan sejumlah wartawan. Diduga istri dari Kasat Lantas Polres Madiun Kota, AKP Dwi Jatmiko tersentuh oleh seorang wartawan.

Dalam sebuah video yang diunggah kembali pada akun TikTok @pastiiviral, terlihat Dwi Jatmiko cekcok dengan wartawan. Dengan nada tinggi, Jatmiko menuding wartawan media lokal di Madiun bernama Jumali dengan sengaja memegang istrinya.

“Istri saya dipegang-pegang. Sengaja atau tidak sengaja, ini tanggungjawab saya tau gak. Ini istri, ini wanita dijaga ini,” ucap Dwi Jatmiko sambil emosi.

Diketahui hal ini bermula saat Jumali melakukan tugas peliputan Upacara HUT ke-77 RI di Alun-alun Kota Madiun. Setelah melakukan peliputan dan akan pulang, Jumali terpeleset dan kemudian mencari pegangan, lalu tak sengaja ia menyentuh istri dari Jatmiko.

“Saya mau jatuh dan reflek menyentuh badan seorang perempuan berpakaian putih. Saya kira itu tiang. Setelah menyentuh saya langsung meminta maaf kepada beliau,” ujar Jumali. Jumali sendiri mengaku tidak tahu jika perempuan itu adalah istri Kasatlantas.

Meskipun sudah dilerai sejumlah rekan perwira Dwi Jatmiko tetap emosi bahkan sempat membuka baju dinasnya dengan nada menentang dan mendesak Jumali yang merupakan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) tersebut untuk kembali meminta maaf dan mengakui perbuatannya.

Selain itu, Kapolres Madiun Kota, AKBP Suryono selaku atasan Dwi Jatmiko menyampaikan permintaan maafnya atas ketidaknyamanan dan kesalahpahaman yang terjadi.

AKBP Suryono, menegaskan perbuatan yang dilakukan tidak dengan sengaja maka tidak memenuhi unsur pidana.

Dia akan memanggil bawahannya itu untuk menjelaskan terkait peristiwa tersebut dan berharap peristiwa seperti ini tidak terulang lagi.

Baca Juga: 4 Foto Jadul Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, Beda Banget Sama Sekarang!

“Nanti akan kami panggil secara khusus yang bersangkutan. Saya sebagai atasan yang bersangkutan memohon maaf adanya kesalahpahaman yang terjadi,” tutur AKBP Suryono.

Load More