Fresh.suara.com - Kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak, menyampaikan sesuatu yang mengejutkan terkait kliennya. Keluarga Brigadir Novriansyah Yoshua Hutabarat mengaku sudah lelah dengan berlarut-larutnya kasus kematian putra mereka.
Samuel Hutabarat, ayah Brigadir J, mengaku sudah pasrah pada kasus penembakan Brigadir J yang terkatung-katung hingga kini. Kepada Kamaruddin Simanjuntak, Samuel menyatakan pihaknya sudah lelah, sama halnya dengan masyarakat Indonesia, yang tak kunjung mendapat informasi terang mengenai kematian ajudan mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.
“Kemudian saya juga memohon maaf atas nama keluarga, karena Pak Samuel, sebagai orang tua dari pada almarhum sudah mengatakan sudah selesai lah toh anak saya nggak bisa kembali. Kemarin ketika saya ke Jambi, beliau berpesan, ‘sudah cukup lah, kami sudah capek pak, kami mendengar aja capek, demikian pula masyarakat juga capek, apalagi bapak yang melakukan’ katanya,” tutur Kamaruddin dalam sebuah temu wicara online yang potongan videonya diunggah akun Instagram @lambegosiip.
Kamaruddin pun menceritakan bagaimana dirinya dan timnya bekerja sepanjang waktu hingga jatuh sakit untuk memberikan informasi kepada media massa. Namun, menurut Kamaruddin, karena kerja polisi yang lamban, pihak keluarga pun merasa sudah menyerah dengan keadaan.
“Saya sebagai yang melakukan walaupun sampai sakit-sakitan, sampai batuk-batuk melayani 3000 sampai 4000 WhatsApp per hari, melayani berbagai televisi tiga sampai lima kali sehari saya capek, tetapi karena di Kepolisian tidak bergerak atau sangat lamban, maka Pak Samuel di hari Sabtu kemarin mengatakan ‘sudah cukup lah’ toh anak saya tidak bisa kembali, hidup lagi’ katanya dan sebagainya,” ujar Kamaruddin.
Berita Terkait
-
Kamaruddin Sayangkan Presiden Cuma Lakukan Hal Ini dalam Kasus Pembunuhan Brigadir J
-
Aneh! 2 Perbedaan Rombongan Putri Candrawathi dan Ajudan Sambo di Hari Kematian Brigadir J
-
Horor! Pengakuan Palsu Bharada E saat Menghabisi Brigadir J dengan Lima Peluru
-
Peristiwa 4 Hari Sebelum Pembunuhan, Ada "Kontak Fisik" Brigadir J dan Putri Candrawathi
-
Belum Ada Polisi yang Mau Bahas Kasus Ferdy Sambo di Podcast Deddy Corbuzier, Kenapa?
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga