Fresh.suara.com - Kamaruddin Simanjuntak, pengacara keluarga Brigadir Novriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J meminta maaf kepada masyarakat Indonesia atas perjuangan dirinya dan tim kuasa hukum keluarga Brigadir J yang masih belum berhasil menyeret para tersangka pelaku ke meja hijau. Hal itu disampaikan Kamaruddin dalam sebuah temu wicara online baru-baru ini.
Kamaruddin mengatakan, dirinya sudah berjuang sekuat tenaga. Namun, sayangnya tidak ada dukungan dari pemerintah, dalam hal ini Presiden, selain permintaan untuk mengusut kasus ini seterang-terangnya.
“Saya betul-betul meminta maaf saya sudah berjuang mengorbankan segalanya, baik materi, pikiran maupun waktu. Saya membiayai semua perkara ini, tapi saya tidak bermaksud mengungkit-ungkit itu. Tetapi karena Presiden tidak mau berbuat sesuatu, maka pada akhirnya kecuali hanya 4 kali mengatakan buka seterang-terangnya, dia mengatakan itu empat kali, dalam empat kali momen, pada akhirnya perkara yang saya perkirakan akan menjadi balilut ini pun terjadi,” ujarnya dalam potongan video temu wicara online yang diunggah akun instagram @lambegosiip.
Kamaruddin mengatakan, ia tidak asal bicara. Pasalnya, sudah tiga bulan berjalan sejak insiden penembakan Brigadir J, kasus ini belum menemui titik terang. Padahal, jika dirinya diposisikan sebagai penyidik, tentu saja ia akan langsung bisa merampungkan berkas kasus sehingga siap dilimpahkan ke kejaksaan (P21).
“Artinya sudah tiga bulan perkara ini berjalan sejak Juli, Juli, Agustus, September, perkara tidak terang-terang, padahal saya tekankan dulu, kalau saya jadi penyidik, setengah hari saya selesai, tidak sampai seminggu P21 selesai,” tutur Kamaruddin.
Menurut Kamaruddin lagi, Presiden seharusnya bisa berbuat lebih untuk mendorong Polri menuntaskan kasus ini.
“Tetapi karena Presiden membiarkan Polri terjebak dalam lumpur itu, sampai pada hari ini, mereka tetap tidak bisa keluar, seharusnya sudah banyak tersangka minimal 35, yang tersangka sampai hari ini baru 5 ditambah dengan 7, yang 7 itupun tersangka obstruction of justice. Oleh karena itu, saya atas nama penasihat hukum atau tim penasihat hukum menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga negara Indonesia, karena tidak bisa memenuhi harapan masyarakat,” tutur Kamaruddin.
Berita Terkait
-
Aneh! 2 Perbedaan Rombongan Putri Candrawathi dan Ajudan Sambo di Hari Kematian Brigadir J
-
Horor! Pengakuan Palsu Bharada E saat Menghabisi Brigadir J dengan Lima Peluru
-
Peristiwa 4 Hari Sebelum Pembunuhan, Ada "Kontak Fisik" Brigadir J dan Putri Candrawathi
-
Belum Ada Polisi yang Mau Bahas Kasus Ferdy Sambo di Podcast Deddy Corbuzier, Kenapa?
-
CEK FAKTA: Beredar Video Syur Putri Candrawathi dan Kuat Ma'ruf
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian
-
Tak Ada di KUHAP, Penanganan Kasus Eks Jampidsus Tak Boleh Diberi Perlakuan Istimewa
-
Aroma Persaingan Pileg 2029 Mulai Terasa, Waketum PAN Soroti Keberanian Kaesang Nyaleg di Jateng
-
Viral Kabar Ajudan Febrie Adriansyah Ditembak Orang Misterius, Polisi: Hoaks
-
Jadwal Pasar Murah di Kampar dan 4 Kecamatan Wilayah Pekanbaru
-
Debut Gemilang Mitchell Baker, Cetak Hattrick untuk Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
-
Soal Kasus Eks Jampidsus, Akademisi dan Mahasiswa Kompak Ingatkan Jaga Rasa Keadilan Publik
-
Agustiar Sabran Resmi Pimpin PB Percasi 2026-2030, Ini Targetnya
-
Usut Etik Kasat Narkoba Tangsel, Polda Metro Tegaskan AKP Pardiman Tak Terkait Kasus Etomidate
-
Bukan Sekadar Angkat Beban, Ini Wajah Baru Tren Gym Modern yang Wajib Kamu Tahu!