Fresh.suara.com - Lesti Kejora ternyata telah menjalani pemeriksaan di kepolisian pada Jumat (7/10/2022). Oleh penyidik Polres Metro Jakarta Selatan, Lesti Kejora diberikan 18 butir pertanyaan untuk dijawab, terkait dugaan tindak pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dilakukan sang suami, Rizky Billar.
Hal tersebut disampaikan oleh Humas Polres Jakarta Selatan AKP Nurma Dewi. Ia mengatakan, penyidik sudah memeriksa Lesti dengan metode jemput bola alias mendatangi Lesti di mana pedangdut itu berada.
Pemeriksaan dilakukan dengan cara demikian lantaran kondisi Lesti Kejora yang tidak memungkinkan untuk datang ke Polres Jakarta Selatan.
“Jadi untuk pemeriksaan saudari kita L, kita yang jemput bola, jadi untuk situasi kondisi untuk saudari kita L, tidak bisa menghadiri panggilan ke Polres Jakarta Selatan,” kata Humas Polres Jakarta Selatan AKP Nurma Dewi, sebagaimana dikutip dari tayangan video YouTube Cumicumi, Sabtu (8/10/2022).
Proses pemeriksaan, menurut Nurma, berlangsung selama 1 jam.
“Ada sebanyak 18 pertanyaan yang sudah disiapkan kemudian semua sudah dijawab oleh saudari kita L,” terang Nurma.
Diberitakan sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan bahwa kasus dugaan KDRT terhadap Lesti Kejora yang dilakukan Rizky Billar telah dinaikkan statusnya dari penyelidikan menjadi penyidikan.
Nurma menjelaskan, pihaknya akan menghadirkan dua saksi dari ART Lesti dan Rizky untuk turut memberikan keterangan.
“Kemarin kita sudah menjadwalkan dua orang lagi dari ART kemudian penjaga rumah,” kata Nurma.
Baca Juga: Denise Chariesta Bongkar Chattingan R, Bilang Begini Begitu sampai Ajak Video Call
Nurma juga menerangkan bahwa sesuai permintaan Rizky Billar melalui kuasa hukumnya, pemeriksaan terhadap terlapor dijadwalkan Kamis tanggal 13 Oktober pekan depan. Jika nantinya Rizky Billar mangkir, maka akan dilakukan penjemputan paksa.
“Dua kali kita panggil kemudian kita minta keterangan, ketiga kali kita jemput paksa,” ucap Nurma.
Berita Terkait
-
Billar-Lesti Sebaiknya Cerai atau Tidak? Ustaz Yusuf Mansur: Kasih Kesempatan!
-
Rizky Billar Kekeuh Ogah Cerai Walau Karier Zonk, Netizen: Ketebak, Mau Numpang Makan sama Bini
-
Tutup Mulut Total! Lesti Berangkat Umrah, Netizen: Ngadunya Langsung Sama Tuhan
-
Billar Anggap Lesti dan Baby L Segalanya, Netizen: Dia Tau Lesti dan Anaknya Aset, Bisa Hasilkan Uang
-
Pengacara Ajak Doakan Lesti-Billar Bersatu Lagi, Sebut Ini Masalah Kecil
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Makin Brutal, Film Evil Dead Burn Makin Kehilangan Jiwa Horornya?
-
Bauksit Salip Nikel, Investasi Hilirisasi Tembus Rp152,7 Triliun pada Kuartal II 2026
-
Remaja Indonesia Hadapi Ancaman Kesehatan Mental, Kecemasan dan Depresi Jadi Temuan Utama
-
5 Rekomendasi Toko Online Resmi Beli Sepatu Skechers Original, Dijamin Aslinya!
-
Novel The Lions' Run, Kisah Anak Yatim yang Menantang Kekejaman Nazi
-
Sunscreen Serum Itu Apa? Ini Kegunaan dan Cara Pakainya yang Benar agar Wajah Sehat Anti Kusam
-
Dubes Qatar untuk Indonesia yang Baru Temui Jokowi, Singgung Soal Kondisi Timur Tengah
-
7 Rekomendasi Toko Online HP Terpercaya dengan Garansi Resmi
-
Nasib Emil Audero Menggantung di Italia, Hijrah ke Super League Juga?
-
Tambang Ilegal di Jepara Ancam Cadangan Air, Warga Berisiko Krisis Air Bersih