Keisya Levronka menghadapi kritikan hebat karena dianggap tidak sopan ketika menjadi bintang tamu di podcast Marlo Ernesto. Namun, sekarang terungkap bahwa kejadian tersebut berawal dari ucapan Marlo yang menyebutnya sebagai 'orang kabupaten', yang diduga menjadi pemicu Keisya merasa tersinggung dan bersikap kurang sopan. Potongan awal percakapan di podcast Marlo dan Keisya telah menyebar luas di Twitter.
Dalam podcast tersebut, Marlo dan Keisya awalnya membicarakan cara Keisya berbicara menggunakan bahasa gaul Jakarta, yaitu 'gue-elo'.
Marlo memberikan pendapat bahwa Keisya sebaiknya tetap menjadi dirinya sendiri dan tidak perlu menggunakan gaya bahasa gue-elo yang tidak sesuai dengan asal usulnya dari Kota Malang, Jawa Timur.
"Nggak apa-apa, di sini kamu boleh jadi diri kamu sendiri. Kamu kalo nggak mau pake elo-gue juga nggak apa-apa. Soalnya terdengar aneh," ucap Marlo kepada Keisya.
"Oh ya," dibalas Keisya dengan senyum getir.
Marlo kemudian menyampaikan bahwa pernyataannya bukanlah hinaan, melainkan pujian untuk orang-orang dari kabupaten. Namun, Keisya merespons dengan sindiran bahwa apa yang Marlo katakan sebelumnya memang seperti yang dia pikirkan.
"Apakah itu hinaan?" tanya Keisya.
"Nggak itu pujian, pujian buat orang kabupaten," jawab Marlo berkelit.
Awalnya, Marlo mendapat dukungan karena dianggap dihina oleh Keisya, namun podcast tersebut kini telah dihapus oleh pihak Volix Media. Banyak pengguna media sosial memuji kesabaran Marlo menghadapi sikap Keisya selama podcast tersebut.
Baca Juga: Keisya Levronka Banjir Caci Maki, Dilarang ke Malaysia !
Setelah menghadapi kritikan atas sikapnya terhadap Marlo, Keisya diduga telah menonaktifkan akun Instagramnya. Dalam percakapan podcast yang dihapus itu, Marlo menginginkan Keisya untuk menutup perbincangan, tetapi Keisya menolak dengan alasan memiliki acara lain yang harus dihadiri. Marlo yang bingung akhirnya mengiyakan permintaan Keisya.
Dengan terungkapnya isi bagian awal podcast tersebut, perdebatan antara Keisya dan Marlo menjadi sorotan netizen. Meskipun podcast tersebut telah dihapus, respons publik tetap beragam mengenai sikap dan ucapan mereka selama acara tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Tragedi Nobar Piala Dunia 2026: Suporter Yordania Tewas Terinjak-injak
-
Menelusuri Kehidupan Sosial Batavia di Buku Jean Gelman Taylor
-
Ronaldo Pecah Telur di Piala Dunia 2026, Pelatih Portugal Bantah Cristiano Tengah Kejar Rekor Messi
-
Harga Emas dan Perak Terperosok, Ada Apa dengan Pasar Global?
-
Kritik Pedas Mobilisasi Siswa Batam Demi Program MBG: Menyesatkan dan Tak Mendidik
-
Jeritan UMKM Probolinggo di Tengah Pemadaman Listrik Bergilir
-
Buntut Kasus Gus Yaqut, KPK Periksa Dirjen PHU Kemenag Hilman Latief
-
Respons Berkelas Cristiano Ronaldo ke Pengkritik: Cetak Brace, Ukir 2 Sejarah!
-
Review Supergirl: Petualangan Kosmik yang Lebih Liar dari Semesta DC Baru
-
Berhasil Kantongi Utang Rp301 T dari China, Purbaya Langsung Dapat Gelar Profesor!