SUARA GARUT - Menegur anak bisa menjadi tugas yang menantang, namun menurut ahli praktisi neuro parenting skill dr. Aisah Dahlan menegur anak akan menjadi mudah ketika kita tahu bagaimana cara yang tepat.
Menurut dr. Aisah Dahlan tujuan kita ketika menegur anak itu seharusnya untuk menyentuh, bukan untuk menyinggung.
Karena walaupun tersinggung dan tersentuh itu pada hakekatnya sama mengenai hati anak, namun tersinggung justru memberikan goncangan yang hebat sementara tersentuh memberikan sentuhan yang lembut.
dr. Aisah menyebutkan caranya menegur anak ketika mereka berbuat kesalahan adalah dengan menegurnya hanya selama satu menit, satu menit itu pun dibagi dua.
Sambil membagikan pengalamannya ia bercerita tentang bagaimana ia memarahi anaknya yang pulang terlambat dan tidak mengabari keterlambatannya.
"Setengah menit itu menegur setengah menit lagi pujian, boleh itu marah di setengah menit pertama itu, nah setengah menit berikutnya puji dia."
"Misal di awal kita buat perjanjian dengan anak kita, kamu pulang jangan lebih dari jam 11 malam, tapi ternyata dia pulang jam 3 dini hari."
"Saya di ruang tengah selalu ada jam jadi saya tau waktu ketika mau nunjukin kekesalan kita, kalo udah lewat setengah itu berhenti meskipun masih mau ngomong."
"Di setengah menit berikutnya kita cerita bahwa kemarin kemarin kamu bagus loh kalo pulang terlambat pasti laporan atau wa ibu. Jadi anak mikirnya ooh yang ibuku marah aku pulang telat tapi ngga lapor."
Baca Juga: Sampai Demo di Balai Desa, Apa Alasan Warga Kaliasri Maksa Gaguk Jadi Kades Lagi?
Setelahnya dr. Aisah menganjurkan agar kita selalu memberikan kesempatan pada anak untuk menjelaskan kesalahannya.
Metode ini bisa digunakan baik untuk laki-laki ataupun perempuan. Anak kita yang lahir di era digital ini harus kita sesuaikan cara mendidiknya dengan orang tua kita dulu.
Kita harus tahu bagaimana teknisnya agar tahu luar dalam perilaku anak, ibaratnya zaman sekarang mana ada yang mau memukul televisi ketika layarnya buram. Demikian dr. Aisyah menjelaskan pentingnya cara mendidik anak sesuai di zamannya.(*)
Editor: Farhan
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian