SUARA GARUT - Nekat berenang di area terlarang, dua orang wisatawan asal Kabupaten Garut hanyut terbawa ombak.
Kedua korban yang hanyut terbawa ombak tersebut bernama Firmani (17) serta Muhamad Hisam (17) yang keduanya merupakan warga Kampung Cisampih Desa Cihaurkuning, Kecamatan Malangbong Garut.
Bersama tiga rekan lainnya, kedua korban berenang di Pantai Bobos Kampung Santolo Desa Pamalayan, Kecamatan Cikelet Garut pada hari Rabu (26/4/2023).
Saat asik berenang, tiba-tiba datang ombak dan menyeret dua orang korban hingga hanyut.
Diketahui, dua orang korban tersebut adalah santri dari pondok pesantren Roudhotul Mutawassilin Kabupaten Cianjur.
Kepala Satuan Polisi Perairan dan Udara (Polairud), AKP. Anang Sanjaya membenarkan afanya kejadian itu. "Benar memang ada dua orang wisatawan yang terseret ombak di pantai Bobos Santolo saat mereka sedang berenang" ungkapnya.
Anang menambahkan, bersama petugas gabungan lainnya, ia sudah melakukan upaya pencarian, namun belum juga ada hasil.
Dikarenakan cuaca buruk upaya pencarianpun di hentikan dan akan di lanjutkan besok pagi, tambahnya.
Anang juga menghimbau kepada seluruh wisatawan agar selalu berhati-hati saat berenang di pantai.
Baca Juga: 2 Jam Geledah Rumah AKBP Achiruddin Hasibuan, Polda Sumut Temukan Ini
Jangan sesekali berenang di area terlarang serta harus selalu taat dengan peraturan dan himbauan dari petugas demi keselamatan semuanya, pungkasnya.(*)
Berita Terkait
-
Anggaran DTU Ke APBD Tidak Naik, Bupati Garut Rudy Gunawan Lakukan Ini untuk Membayar Gaji 9 Ribu ASN PPPK
-
Miliki Berat Badan Hanya 1 Kg, Bayi Kurang Gizi di Selaawi Garut Membutuhkan Bantuan. Kondisinya Sekarang Seperti ini
-
Travel 'Gelap' di Garut Ganggu Usaha PO Bus Saat Lebaran, Pihak Berwenang Diminta Bertindak Tegas
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Fresh Graduate vs AI: Kena Mental Sebelum Sempat Punya Pengalaman Kerja?
-
Kecelakaan Maut di Tulungagung, Truk Tabrak Motor, Dua Pemuda Tewas
-
Investasi Pariwisata Tembus Rp39 Triliun: Warga Lokal Ikut Kaya atau Cuma Jadi Penonton?
-
Lebih Murah, Perahu Wisata di Ramang-Ramang Beralih dari BBM ke Listrik
-
Tanoana mPae: Ketika Masyarakat Pamona Belajar Menjaga Pangan dari Sukma Padi
-
Ini Kronologi Kasus Penipuan yang Libatkan Oknum THL Dishub dan Satpol PP Pemkot Surabaya
-
Tegas! Marc Marquez Bilang Jorge Martin Bukan Calon Juara Dunia MotoGP 2026
-
Detik-Detik Menegangkan, Tim SAR Evakuasi Bayi 6 Bulan dari Reruntuhan Gempa Kolombia
-
Quarter Life Crisis dan Makna Kemerdekaan Gen Z: Merdeka Bekerja Belum Tentu Merdeka Hidup
-
Donald Trump Umumkan Terbuka untuk Perang Lagi: Amerika Satu-satunya Pengendali Selat Hormuz