SUARA GARUT - Bayi usia 3 bulan bernama Ahmad jalaludin warga Kampung Pasir Desa samida, Kecamatan Selaawi Garut yang di vonis mengalami gizi buruk kini masih mendapatkan perawatan di RSUD dr. Slamet.
Kronologi bayi gizi buruk ini diungkapkan oleh Kepala Puskesmas Selaawi, Lia Maulidyawati, SST., M., Kes menuturkan, Sebelum mendapatkan perawatan di Rumah Sakit, bayi gizi buruk ini terlebih dahulu mendapatkan tindakan dan penanganan medis di Puskesmas Selaawi.
Dari awal kehamilan hingga kelahiran tidak lepas dari kontrol kesehatan baik tingkat Posyandu dengan Bidan desa ataupun langsung di Puskesmas.
Menurut Lia, setelah 10 kali pemeriksaan saat kehamilan, bayi anak dari pasangan Enjang dan Titin itu lahir normal di Poned Puskesmas Selaawi dengan berat badan 3.100 Gram serta tak ada tanda-tanda bayi ini mengalami gizi buruk.
Selama dua minggu, bayi ini diberi ASI, namun terjadi permasalahan karena ASI dari Titin tidak keluar banyak.
Bahkan bisa di bilang sedikit, sehingga diberikanlah susu formula dengan takaran sesuai aturan. Setelah itu, di lakukan pemeriksaan dan berat badannya menjadi 3200 Gram.
Pada pertengahan bulan Februari, Titin membawa anaknya ke Puskesmas dengan keluhan bayinya sering mangalami muntah-muntah sampai 7 kali dalam sehari.
Hasil pemeriksaan, tidak ada tanda-tanda kegawatdaruratan, sehingga tidak tidak dilakukan rawat dan diberikan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) untuk Bayi Baru Lahir (BBL).
Saat melakukan imunisasi BCG, ketahuan jika berat badan bayi tersebut menurun menjadi 2500 Gram.
Baca Juga: 4 Cara Sederhana Mengatasi Rasa Kecewa pada Diri Sendiri
Lalu Bidan menyarankan untuk memeriksakannya ke Dokter dengan indikasi penurunan berat badan.
Bidan desa yang bertugas melakukan konsul dengan petugas gizi serta Kepala Puskesmas mengenai kasus tersebut.
Hasil identifikasi langsung di lapangan, dari mulai faktor penyebab dan sosek orang tua, akhirnya di putuskan agar bayi itu harus di bawa ke PKM untuk mendapatkan perawatan.
Itu semua berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan yang tak lepas dari koordinasi dengan pihak Kecamatan serta desa setempat, tambah Lia.
Setelah konsul dengan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, akihirnya bayi tersebut di rujuk ke RSUD.
"Sebenarnya waktu itu sudah pulang dengan bobot badan 300 Gram, namun bayi ini alergi susu sapi, sehingga harus di beri susu yang tidak mengandung susu sapi," ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Ashari Ditangkap Kasus Cabuli Santriwati, Pengacara Klaim Ada Oknum 'Kiai Pati' Coba Redam Kasus
-
Petaka di Pantai Wedi Awu: Saat Video WhatsApp Memicu Amuk Massa Terhadap Wisatawan Surabaya
-
Filipina Mulai Ketar-ketir Efek Domino Konflik Geopolitik, Termasuk Perang AS - Iran
-
Putus Hubungan dengan WHO, Amerika Serikat Berisiko Kehilangan Jejak Penyebaran Hantavirus
-
Catatan Tertulis Suku Indian Navajo Tunjukkan Hantavirus Sudah Lama Mengintai Umat Manusia
-
Panas! Ade Armando Batal Maaf ke Jusuf Kalla Jika Laporan Polisi Tak Dicabut
-
Sekolah Baru 3 Tahun Bikin Kejutan, 5 Siswanya Raih Beasiswa Paling Bergengsi di RI
-
Studi Ungkap Dilema Nikel: Dibutuhkan untuk Energi Bersih, tapi Ancam Lingkungan
-
Siap-siap Transisi LPG ke CNG! Ini 4 Pilihan Kompor 2 Tungku yang Awet dan Aman
-
Tablet 5G Harga Rp4 Jutaan, Acer Iconia iM11 Sajikan Layar 2K dan MediaTek 8791