/
Selasa, 02 Mei 2023 | 09:46 WIB
Kang Dedi Mulyadi saat meninjau area lokasi hilangnya Darel (Sumber :Youtube KDM)

SUARA GARUT - Hingga hari ke 7 lebih, keberadaan Darel (3.5), bocah yang hilang di Kalijati Subang belum juga ditemukan.

Misteri hilangnya Darel (3.5), membuat Kang Dedi Mulyadi, tergerak ikut mencari.

Dalam unggahan video di kanal youtubenya, Kang Dedi Mulyadi Channel, mantan Bupati Purwakarta ini  tampak mengunjungi keluarga korban saat pagi-pagi sekali.

Saat bertemu ayah Darel, pria yang akrab dipanggil KDM ini menanyakan status keluarga korban dan kronologis kejadiannya.

Diterangkan oleh ayah korban  kepada KDM , yang bersangkutan adalah merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara,yang memang semuanya laki-laki.Dan dirinya hendak berkunjung berlebaran di keluarga istrinya yang memang orang asli Subang.

Selanjutnya, tampak dalam video KDM bersama keluarga bergerak mencari ke beberapa lokasi yang dimungkinkan hilangnya anak itu.

Ibu korban menunjukkan beberapa titik lokasi di mana anjing pelacak petugas yang membantu, berhenti di titik yang sama.

Kang Dedi berusaha untuk tetap berfikir logis dan positif mengesampingkan hal-hal di luar nalar.

Sempat ayah korban berbicara jika kejadian itu bersifat ghoib,karena dia sempata batu berdarah pada saat tau anaknya hilang.

Baca Juga: Hardiknas 2 Mei, Memaknai Edukasi Inklusif Bagi Semua Orang di Era Digital

"Kalo ghoib,masa yang ghoib bisa bawa yang lahir?"kata Kang Dedi
"Gak,gak..kalo itu sih nggak..logis" ujarnya.

"Kalo saya sih logis, ya mungkin,ya masih di area sini, kecelakaan misalnya walaupun kalo dari sisi kajian akademis penyebab kecelakaannya ga mungkin. Atau ada yang ngambil," ujar KDM menambahkan.

Kang Dedi sempat bertanya kepada keluarga korban,tentang kemungkinan adanya orang stress atau depresi di sekitar lingkungan, dan dijawab tidak ada oleh keluarga.

Di akhir kunjungannya KDM berpesan kepada keluarga Darel agar tetap sabar dan berdoa.

"Jikalau misalnya ada orang yang mengambil, agar segera dikembalikan dengan selamat dan dijamin tolong jangan di apa-apakan," pungkas KDM. (*)

Editor: Farhan

Load More