SUARA GARUT - Kawasan Desa Girijaya-Giriawas yang terletak diwilayah kecamatan Cikajang merupakan daerah yang kurang mendapatkan cahaya matahari, khususnya saat musim penghujan.
Bagi Koperasi Tani, dan Hutan (KTH) Girikarya yang bergerak dalam usaha pengolahan kopi, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri.
Namun, KTH Girikarya tidak menyerah begitu saja. Mereka telah berinovasi dengan penggunaan teknologi solar dryer portable.
Konon Teknologi tersebut, mampu meningkatkan efisiensi waktu dan produktivitas dalam proses pengeringan kopi.
Sebanyak 20 unit solar dryer portable telah diimplementasikan oleh KTH Girikarya untuk mengatasi kendala cahaya matahari yang minim di kawasan tersebut.
"wilayah kami terletak di kawasan yang memang tinggi curah hujannya, jadi proses produksi kopi sering terkendala khususnya pada tahap pengeringan," Ungkap Andri Gerhana, Ketua KTH Girikarya kepada garut.suara.com
Dengan menggunakan energi matahari yang minim, alat ini mampu mengeringkan kopi secara efisien dan menghasilkan biji kopi berkualitas tinggi.
Selain itu, penggunaan solar dryer portable juga ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan bakar fosil dan tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca.
Salah satu keuntungan utama dari penggunaan solar dryer portable ini adalah meningkatnya efisiensi waktu dalam proses pengeringan kopi.
Baca Juga: KPK Serahkan Berkas Penyidikan ke Jaksa, Tersangka Dugaan Suap AKBP Bambang Kayun Segera Disidang
Dengan adanya alat ini, lanjut Andri, waktu yang diperlukan untuk mengeringkan biji kopi menjadi lebih singkat dibandingkan dengan metode pengeringan tradisional yang mengandalkan sinar matahari langsung.
"Kalau hanya dengan matahari langsung proses pengeringan bisa sampai satu bulan lebih, nah dengan alat ini (solar dryer portable) bisa memangkas waktu hingga setengahna, dua minggu bisa kering sempurna," Tutur Andri
Hal itu memberikan keuntungan bagi petani kopi di Desa Girijaya-Giriawas karena mereka dapat mempercepat proses pengolahan kopi dan mengurangi risiko kerusakan biji kopi akibat kelebihan kelembaban.
Tidak hanya itu, penggunaan solar dryer portable juga membantu meningkatkan produktivitas KTH Girikarya.
Dengan proses pengeringan yang lebih efisien, KTH Girikarya dapat mengolah lebih banyak biji kopi dalam waktu yang sama, meningkatkan produksi mereka secara signifikan.
"Dari segi waktu pengeringan memang alat ini (solar dryer portable) dapat lebih cepat daripada dengan cara konvensional, jadi waktu produksi lebih efisien," Kata Andri Gerhana, ketua KTH Girikarya kepada garut.suara.com
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- Apa Varian Tertinggi Isuzu Panther? Begini Spesifikasinya
Pilihan
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
Terkini
-
Merengek Ketakutan Putra Benjamin Netanyahu Kabur ke AS saat Israel Dihujani Rudal Iran
-
Pramono Anung Siapkan 25 Ruang Terbuka Hijau Baru di Jakarta
-
Mudik Gratis Kian Diburu Jelang Lebaran 2026, Jateng dan Jatim Jadi Tujuan Favorit
-
Netanyahu Disalip Babi? Merlin Babi Pintar dengan Jutaan Followers di Instagram
-
Dompet Warga AS Tercekik, Harga BBM Meroket Cepat dalam Setahun, Trump Bisa Apa?
-
Melaju ke Final Festival Liga Ramadhan, Progres Positif Kendal Tornado FC Youth
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Kolaborasi KUR BRI dan UMKM Genteng Dukung Program Pembangunan Hunian
-
Dari Majalengka ke Berbagai Kota: Genteng UMKM Menopang Program Perumahan
-
BRI Perkuat Pembiayaan UMKM Genteng di Tengah Lonjakan Permintaan Pasar