SUARA GARUT - Penganiayaan terhadap anggota Satuan Siswa Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila ( SAPMA PP) Kabupaten Garut, ditanggapi serius oleh Kasatpol PP.
Sebelumnya, Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Garut melakukan kekerasan fisik pada saat penertiban pedagang kaki lima (PKL) pada malam takbiran Idul Fitri, Jumat 21 April 2023 lalu.
Kasatpol PP Kabupaten Garut, Jawa Barat, Basuki Eko, tidak membantah adanya tindakan tegas yang dilakukan anggotanya dalam rangka menciptakan Ketertiban Umum jelang lebaran waktu itu.
"Untuk ade-ade dari SAPMA kami ucapkan selamat Iedul Fitri., kalau ada insiden pada malam itu kita akan dalami, karena di kita juga ada Provos, setiap ada pelanggaran anggota itu ada sidang kode etik," kata Eko ditemui di kantornya, Jumat (05/05/2023).
Namun lanjut Eko, sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2Ol4 tentang Pemerintahan Daerah tugas pokok dan fungsi Pol PP itu untuk penegakan Perda yaitu memberikan suasana nyaman dalam rangka menciptakan Ketertiban Umum.
"Harus diingat untuk Ketertiban Umum. Nah kejadian kemarin itu sebelum penertiban sudah ada pertemuan dengan pengurus PKL dan telah disepakati bahwa selesai berjualan itu pada pukul 22:00. Dan para pengurus waktu itu turut mengamankan sesuai komitmen, ini untuk kenyamanan dan Ketertiban Umum, sebab besoknya itu akan dipergunakan pelaksanaan Sholat Iedul Fitri," tuturnya.
Lanjutnya, penertiban PKL yang berjualan pada malam takbiran yang berjualan di sekitar Jl. Ahmad Yani yang ada di pusat kota Garut itu, juga diberlakukan kepada konsumen yang masih melakukan transaksi jual beli di atas ketentuan yang telah disepakati antara Satpol PP dengan pengurus PKL yakni batas akhir berjualan pada jam 22:00 WIB.
"Jadi penertiban itu tidak hanya kepada pedagang tapi juga kepada masyarakat pembeli. Jangan pedagang sudah mulai beres beres mau tutup, ini baru mau beli. Kalau saat itu terjadi insiden karena situasinya lagi ramai, kita cuma membentak dianggap bagaimana lah, " katanya.
Ditegaskannya, penertiban itu lebih mengedepankan kepentingan umum bukan kepentingan perorangan.(*)
Baca Juga: 5 Fakta Menarik di Balik Pembukaan Sea Games Kamboja 2023, Ada yang Bikin Sebal!
Editor: Farhan
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
Pilihan
-
Polisi Bubarkan Massa Aliansi Pati yang Galang Donasi di Depan DPR
-
Kemenag Bantah Nasaruddin Umar Mundur dari Menag: Isu Bursa Caketum PBNU Itu Spekulasi Liar
-
Menag Nasaruddin Umar Bantah Mundur: Itu Ada Orang yang Panik
-
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
-
Dari Pengumpul Data Hingga Perantara, Bagaimana DSI Bekerja
Terkini
-
Ribuan Santri Meriahkan Persiapan Pembukaan Muktamar Ke-35 NU di Jombang
-
Bongkar Fakta, Apakah Air Mawar Viva Bisa Dijadikan Micellar Water?
-
Harga Cabai Meledak, Bahan Pokok Lain Justru Mulai Turun
-
Antisipasi Demo Besar, 18.504 Personel Disiagakan di Jakarta Pusat
-
Babe Haikal Apresiasi Langkah Bobby Nasution Majukan Industri Halal Bagi UMKM Sumut
-
Sempat Tegang Gara-Gara Satpol PP, Massa Depan DPR Dengungkan 'Jaga Jakarta'
-
Paparkan Gagal-Berhasilnya Ekonomi, Aktivis Mahasiswa: Kritik Anggota DPRD Medan Harus Pakai Data
-
Mitchell Baker Satu-satunya Pemain yang Selamatkan Muka Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
-
Aktivis GMNI Dijemput Polisi dari Rumahnya, Diduga Terkait Jaringan Anarko
-
Diminta Fokus Bisnis Konstruksi, Waskita Karya Bubarkan Waskita Bali Mandara