SUARA GARUT - Tak jarang sejumlah grup WhatsApp tiba-tiba memasukkan seseorang tanpa persetujuan. Bagi yang ingin privasi, ini trik agar tak sembarangan dimasukkan dalam grup WhatsApp.
Grup WhatsApp telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan digital masa kini.
Dengan adanya grup WhatsApp, bisa menjadi tempat berkomunikasi dengan sejumlah orang sekaligus, berbagi informasi, dan menjalin hubungan dengan teman, keluarga, atau rekan kerja.
Namun, masalah yang sering muncul adalah ketika kita secara sembarangan dimasukkan ke dalam grup yang tidak relevan atau terlalu ramai.
Untuk menghindari hal tersebut, berikut ini adalah beberapa trik agar tak sembarangan dimasukkan dalam grup WhatsApp.
1. Gunakan fitur "Undang ke Grup" (Invite to Group)
Fitur "Undang ke Grup" yang tersedia di WhatsApp memungkinkan Anda untuk mengirim tautan undangan kepada seseorang untuk bergabung ke dalam grup.
Dengan cara ini, orang tersebut dapat memutuskan apakah ingin bergabung atau tidak.
2. Aktifkan fitur "Konfirmasi Undangan" (Invitation Confirmation)
Baca Juga: Mantap! Meski Pandemi, ASDP Cetak Laba Rp 585 Miliar
WhatsApp memiliki fitur "Konfirmasi Undangan" yang memungkinkan untuk mengatur agar Anda harus menyetujui setiap kali seseorang mencoba untuk menambahkan ke dalam grup.
Dengan mengaktifkan fitur ini, Anda memiliki kendali penuh atas siapa yang boleh atau tidak boleh memasukkan Anda ke dalam grup. Anda dapat mengaktifkan fitur ini melalui pengaturan privasi di WhatsApp.
Caranya cukup mudah, berikut langkahnya:
- Masuk ke setting WhatsApp.
- Klik Privasi dan pilih Grup.
- Lalu pilih kontak yang bisa memasukkan kita ke grup.
Dengan cara itu, dijamin tak akan ada sembarangan grup lagi yang akan masuk ke akun WhatsApp. (*)
Editor: Firman
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
Pilihan
-
Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata
-
Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Terus Melawan
-
Dua Sepeda Motor yang Dibakar Massa di Pos Polisi Pejompongan Diduga Milik Intel
-
Sepeda Motor Dibakar Dekat Pos Polisi Pejompongan, Bentrok Pecah
-
Tolak MBG dan Kopdes, FMN: Anggaran Hanya Lari ke Prabowo dan Kroni-kroninya!
Terkini
-
Momen Hangat Rudy Susmanto di Balai Kesejahteraan Sosial: Dari Beri Makan Warga hingga Cek Fasilitas
-
Massa Pati Dikecam Ojol usai Tinggalkan Aksi DPR, Botok Buka Suara
-
Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Masih Terus Melawan
-
Cerita Suara Dentuman Kagetkan Warga Pandeglang: Rumah Hancur Meledak, Penghuni Berhamburan
-
AMPB Akhirnya Minta Maaf ke Ojol Usai Dikecam karena Tinggalkan Massa Aksi di Jakarta
-
Perang 400 Anggota Gangster Pecah di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Satu Orang Terluka Bacok
-
Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata
-
Revaldo Kembali Tergiur Narkoba Setelah Bertemu Pemasok di Bogor
-
Demo DPR Ricuh, Polisi Bubarkan Massa dengan Gas Air Mata
-
Palmerah Membara: Pospol Petamburan Dikabarkan Dibakar Massa, Gas Air Mata Pecah Berkali-kali