Otomotif / Mobil
Kamis, 28 Mei 2026 | 21:39 WIB
Xiaomi YU7 GT. (Xiaomi)
Baca 10 detik
  • Perusahaan otomotif China, Xiaomi, mencatat kerugian operasional sebesar Rp7 triliun pada kuartal pertama tahun 2026.
  • Xiaomi mengalami kerugian finansial sekitar Rp90 jutaan untuk setiap unit mobil listrik SU7 dan YU7 yang terjual.
  • Untuk memperbaiki margin keuntungan, Xiaomi mulai meluncurkan berbagai varian kendaraan listrik premium dengan harga jual yang lebih tinggi.

Suara.com - Xiaomi dikenal sebagai merek mobil listrik asal China yang menawarkan kendaraan canggih dan bertenaga dengan harga relatif terjangkau. Namun di balik harga kompetitif tersebut, perusahaan ternyata harus menanggung kerugian finansial yang cukup besar.

Melansir Carscoops, Xiaomi dilaporkan kehilangan sekitar 5.600 dolar AS atau setara Rp90 jutaan untuk setiap satu unit mobil listrik yang berhasil dijual.

Saat ini mobil listrik Xiaomi tersedia dalam dua model utama yang dipasarkan yaitu sedan SU7 dan SUV YU7. Meski penjualan kedua model itu terus meningkat, kerugian operasional perusahaan justru terpantau membengkak.

Berdasarkan laporan keuangan terbaru, divisi smart EV dan AI Xiaomi mencatat pendapatan sebesar 19,9 miliar yuan atau sekitar Rp45 triliun pada kuartal pertama 2026.

Namun pada periode yang sama, Xiaomi juga membukukan kerugian operasional mencapai 3,1 miliar yuan atau sekitar Rp7 triliun. Jika dikalkulasi, rata-rata kerugian perusahaan mencapai Rp90 jutaan untuk setiap mobil yang berpindah tangan ke konsumen.

Angka ini meningkat signifikan dibanding kuartal pertama 2025 yang saat itu hanya merugi sekitar 900 dolar AS atau setara Rp14 jutaan per kendaraan. Salah satu penyebab utama kondisi ini adalah harga jual rata-rata kendaraan Xiaomi yang masih ditekan di kisaran 235.000 yuan atau sekitar Rp534 jutaan demi menjaga daya saing di pasar global.

Mobil listrik Xiaomi SU7. (Xiaomi)

Demi memperbaiki margin keuntungan, Xiaomi kini mulai memperkenalkan varian dengan harga lebih tinggi. Beberapa model andalan barunya meliputi Xiaomi YU7 GT bertenaga 990 hp yang dibanderol sekitar Rp886 jutaan.

Selain itu, hadir pula SU7 Ultra sebagai varian performa tinggi yang dijual dengan harga mencapai Rp1,2 miliar.

Walaupun varian premium sudah dirilis, kedua model tersebut diperkirakan tidak akan menjadi penyumbang volume penjualan terbesar bagi perusahaan. Dengan situasi keuangan ini, Xiaomi tampaknya perlu merumuskan strategi baru agar bisnis mobil listrik mereka dapat segera meraih profit.

Baca Juga: Wuling Daftarkan Air EV Versi Empat Pintu Ramaikan Segmen Mobil Listrik Murah

Load More