/
Minggu, 25 Juni 2023 | 14:32 WIB
Ditengah Pro Kontra Wisuda Anak PAUD, Himpaudi Malangbong Gelar Wisuda di Lapang Sepakbola Sukajaya. Suara Garut/Agus Sulaeman)

SUARA GARUT - Ditengah pro kontra penyelenggaraan wisuda anak pendidikan usia Dini, Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) Kecamatan Malangbong menggelar wisuda.

Pantauan garut.suara.com, wisuda anak PAUD itu dilaksanakan secara serentak se-Kecamatan Malangbong, di lapangan Sepakbola Sukajaya, Pada Sabtu, (24/06/2023).

Wisuda anak PAUD itu diikuti, kelompok bermain (KB), dan satuan Paud Sejenis(SPS).

dilansir garutexpres.id, wisuda tersebut diikuti oleh 40 lembaga se-Kecamatan Malangbong sebanyak 595 siswa lulusan PAUD.

Hadir dalam pelaksanaan wisuda PAUD tersebut, porkopim, Korwil Bidang Pendidikan kecamatan Malangbong, serta Kepala Desa Sukajaya.

Berdasarkan catatan salah satu orang tua siswa, pelaksanaan wisuda itu menelan anggaran 295 ribu rupiah.

Rincianya terdiri dari 150, untuk Wisuda, sewa toga, 20, pas fhoto, 15, fhoto blok 60, hingga pestipal 50 ribu rupiah.

Adanya biaya tersebut, dirinya mengaku tidak keberatan dengan biaya tersebut.

"Ini hasil musyawarah orang tua, jadi tidak keberatan dengan biaya tersebut," kata orang tua siswa yang enggan disebutkan namnya tersebut saat dikonfirmasi garut.suara.com.

Baca Juga: Masa Jabatan Berakhir Desember, Kinerja Syamsuar-Eddy Natar Nasution Disorot

Belakangan adanya wisuda jenjang anak usia dini, hingga SMA, tengah mendapat sorotan warga netizen.

Hingga Kemendikbudristek merespon dengan terbitnya sesjen Kemendikbudristek Nomor 14 Tahun 2023, tanggal 23 Juni.

Dalam sesjen tersebut, kemendikbudristek tidak melarang adanya pelaksanaan wisuda.

Hanya saja, Kemdnikbud ingin memastikan agar penyelenggara tidak memaksa orang tua siswa melaksanakan wisuda.

"Jadi Kemendikbudristek melalui sesjen hanya menghimbau untuk tidak memaksa diadakan wisuda, terlebih jika memberatkan orang tua siswa," pungkasnya. (*)

Load More