SUARA GARUT - Situs Kabuyutan Ciburuy memiliki fakta menarik terkait dengan keberadaan keturunan albino di keluarga leluhur situs ini.
Keturunan ini memperoleh keistimewaan dengan perbedaan pigmen kulit yang terlihat berbeda dari kebanyakan orang, sering kali disebut sebagai albino.
Dikutip garut.suara.com dari laman situsciburuy.com pada Jumat, 7 Juli 2023, keunikan itu telah ada sejak zaman sebelum Padjajaran, namun tidak semua keturunan dari keluarga leluhur Situs Kabuyutan Ciburuy memiliki kelainan ini.
Hanya beberapa orang yang memiliki keistimewaan tersebut.
Menurut Ujang Suryana (41), juru pelihara Situs Kabuyutan Ciburuy, kelainan ini dipercaya sebagai warisan leluhur.
Dalam kelahiran, beberapa individu diberikan tanda khusus, sementara yang lain tidak.
Tidak semua keturunan dapat dipastikan akan mewarisi kelainan albino ini.
"Tidak semua keturunan yang memiliki hubungan darah (persaudaraan) ada yang istimewa (albino)," Ungkapnya.
Kulit albino ini juga dianggap sebagai kulit asli orang Sunda pada masa itu, sedangkan kulit yang dimiliki sekarang dianggap sebagai kelainan.
Baca Juga: Memperingati Hari Cokelat Sedunia, Yuk Simak Sejarah Penemuan Cokelat!
Dalam cerita pewayangan, kulit albino dikaitkan dengan tokoh Eyang Semar, sedangkan dalam masa kerajaan dikenal sebagai Resi Kuncung Putih.
Dalam cerita sejarah Padjajaran, dikenal juga sebagai Kebo Bule atau Rukun Munding Laya.
"Warna kulit orang Sunda dulu, sebagaimana diceritakan dalam pewayangan yang digambarkan sosok eyang Semar, jadi bukan kelainan," Tuturnya.
Selain sebagai pewaris leluhur, keistimewaan ini juga memiliki makna lain. Sering kali diartikan sebagai pentingnya kebersihan dan kesucian, baik jasmani maupun rohani.
Dalam konteks agama, ini sering dikaitkan dengan iman dan taqwa.
Sayangnya, kelainan ini sering kali mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan atau diskriminasi dari orang lain.
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Jepang-Rusia Memanas! Kunjungan Putin dengan Kapal Perang ke Kuril Bikin Tokyo Murka
-
Pergi Jauh, Tanah Air Tetap Jadi Rumah: Kisah Diaspora Memaknai Indonesia
-
91% Orang Indonesia Anggap Kesehatan Holistik Penting, Ternyata Bukan Sekadar Bebas Penyakit
-
Produksi Melimpah Harga Jatuh, Wakil Ketua DPRD Jateng Soroti Nasib Petani Garam
-
BTN dan PPATK Renovasi 20 RTLH, Bantu Wujudkan Hunian Layak bagi Keluarga Prasejahtera
-
Cerdas! Begini Langkah Kang Edai Mengubah Desa Kemiren Jadi Naik Kelas
-
Arti Penting Berlian bagi Anggun C Sasmi: Bukan Sekadar Aksesori, tapi Self-Reward
-
5 Rekomendasi Sunscreen Ectoin untuk Memperbaiki Skin Barrier dan Anti Polusi
-
Sengketa 6,1 Hektare Kencana Bogor Memanas, AJB Dipersoalkan hingga Dugaan Rekayasa Hukum
-
5 Penyebab Bedak Cakey dan Crack di Garis Senyum, Ini Cara Mengakalinya