SUARA GARUT - Akibat salah paham, Calon Anggota Legislatif (Caleg) Kader Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan diamuk massa hingga babak belur dan kritis di rumah sakit.
Peristiwa pengeroyokan tersebut dilakukan oleh warga di Desa Sekotong Tengah, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu (16/7/2023).
Pengeroyokan itu dipicu informasi yang diartikan dan dianggap korban telah melakukan perkosaan dan menghamili anaknya sendiri.
Namun belakangan ini terungkap, anak perempuan korban mengatakan dirinya telah dirusak oleh ayahnya telah dipahami salah oleh kakaknya.
Kuasa hukum korban, Hariadi Rahman dari Lembaga Advokasi Hukum Indonesia (LAHI) menerangkan dalam kasus tersebut terjadi salah paham terhadap laporan yang disampaikan pelapor, dalam hal ini kakak dari korban yang diduga mengalami tindakan asusila oleh S.
Setelah pihaknya melakukan penelusuran untuk mengungkap kasus tersebut, pihak kuasa hukum telah mendapatkan pernyataan dari anak korban, bahwa ia tak sedikit pun pernah dilecehkan oleh ayahnya.
"Ternyata memang, korban itu tidak pernah dihamili ataupun diperkosa atau digauli oleh bapaknya," ungkap Hariadi, Selasa (18/7).
Diterangkannya, anak S yang diduga mengalami tindakan asusila juga telah menjalani visum, meski hasil visum itu belum diterima dari pihak kepolisian.
"Tapi kalau terkait pengecekan kehamilan itu sudah dilakukan sebanyak dua kali, ternyata itu tidak ada (tidakhamil). Hasilnya negatif," tegasnya.
Baca Juga: 5 Fakta Anggota DPRD DKI Diduga Main Judi Slot saat Rapat, Cinta Mega: Candy Crush Gitu
Hariadi menuturkan, kesalahpahaman dalam kasus itu bermula saat anak S yang diduga menjadi korban tindakan asusila menyampaikan kepada kakaknya bahwa dirinya telah dirusak sang ayah. Namun istilah rusak yang dimaksud sebenarnya merujuk pada rasa sakit hati lantaran setiap keinginannya tak pernah dituruti.
Sayangnya, pernyataan yang menyebut telah dirusak itu kemudian mendapat persepsi yang salah dari sang kakak. Dia (terduga korban) pernah menyampaikan ke kakaknya yang sebagai pelapor, kalau dia sudah dirusak, rusak yang disampaikan itu rusak perasaannya karena tidak pernah dikuti selama dua bulan ini apapun permintaannya sama bapaknya,"
terang dia.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Detik-detik Kebakaran Hebat di Pasar 16 Ilir Palembang Malam Ini, Pedagang Panik saat Muncul Kilatan
-
Misi Besar Bojan Hodak Lanjutkan Tren Positif Persib Bandung atas Persija Jakarta
-
7 Sepatu Lari Lokal dengan Desain Paling Berani: Berani Pakai Warna Tabrak Saat Lari?
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Real Madrid Memanas! Federico Valverde Dilarikan ke RS Usai Baku-hantam dengan Tchouameni
-
Ditjen Hubla Kemenhub Digugat ke PTUN Jakarta Terkait Konsesi Alur Mahakam
-
Kompolnas Tak Persoalkan Polisi Buat Konten, Asal Bukan Live Streaming
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
TXT MOA CON Jepang Bisa Ditonton Live di Bioskop Indonesia, Ini Jadwal dan Harga Tiketnya
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China