SUARA GARUT - Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Garut, H Endang Solihin, mengatakan, sejauh ini kesejahteraan petani di Kabupaten Garut yang jumlahnya sekitar 5000 kelompok tani belum merata.
Dikatakannya, sejauh ini posisi tawar para petani masih kalah dari para bandar. Bandar menjadi penentu harga, karena mereka dianggap sebagai dewi fortuna oleh para petani.
"Antara bandar dan petani itu memang masalah klasik. Cuma saya lihat kebijakan pemerintah dalam bantuan permodalan, terutama perbankan itu masih agak sulit dalam pemberian kredit, maka salah satu penolong utama selama ini yang paling terdepan bagi para petani adalah para bandar," katanya, ditemui di Bazar Hari Krida di Pendopo Kabupaten Garut, Jumat, 4 Agustus 2023.
Disebutkannya, walaupun keuntungan bandar lebih besar dari petani, namun para petani menyadari hal tersebut dan itu dianggap wajar.
Para petani berpikir daripada tidak ada keuntungan sama sekali dan sulit menjualnya, akhirnya peran bandar jadi pilihan.
"Bisa saja petani lepas dari para bandar, syaratnya adanya terobosan dari pemerintah, yaitu bantuan permodalan," katanya.
Disebutkannya, nasib petani di Garut ini makin repot, sebab bantuan pupuk subsidi dikurangi oleh pemerintah. Yang masih mendapat pupuk subsidi itu hanya petani yang menanam padi, jagung, kedelai bawang, cabai, dan tanaman kakau. Selain komoditi tersebut tidak ada subsidi.
"Tidak adanya pupuk subsidi ini tentu keuntungan makin kecil, apalagi petani sayuran sangat tertekan, karena komoditinya juga mudah layu dan busuk," katanya.
Karenanya, sebagai Ketua KTNA Garut, ia berharap adanya terobosan bantuan permodalan untuk bisa memutus mata rantai penjual supaya tidak terlalu panjang
Disebutkannya, mata rantai penjualan itu ada 7 item yakni bandar, calo, pasar induk, pasar kabupaten/kota, pedagang kaki lima, baru ke konsumen.
"Semua itu memperoleh keuntungan dari hasil jerih payah para petani," katanya.
Dikatakannya, andai distribusinya tidak terlalu panjang, karena mata rantainya sebagian dipangkas, maka keuntungan bagi para konsumen jatuhnya harga akan lebih murah dan keuntungan petani lebih besar. (*)
Editor: Firman
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Rakyat Akan Marah! 470 Kepala Daerah Tak Mampu Bayar PPPK Tapi Minta Naik Gaji
-
Gunakan Uang Hasil Sikat Korupsi, Prabowo Janji Investasi Besar di Sektor Pendidikan dan Riset
-
John Herdman Blak-blakan Akui Timnas Indonesia Sedang Terluka Jelang Melawan Singapura
-
Pemerintah Dorong Produk Indonesia Masuk Rantai Pasok Haji Arab Saudi
-
Catut Nama Prabowo, Istana Bantah Makalah Nobel Soal Program MBG
-
Lulur Keraton Kembali Jadi Sorotan, Warisan Kecantikan Nusantara yang Tetap Relevan hingga Kini
-
Calon Hakim Agung Usul RUU Perampasan Diganti Jadi Pemulihan Aset, Menkum Tunggu Langkah DPR
-
Dinilai Keliru, Mahasiswa Layangkan Nota Keberatan atas Inpres Koperasi Merah Putih
-
Kopdes Merah Putih Berpotensi Jadi 'Hambalang Kecil', Masa Depan Desa Digadaikan
-
Norman Joesoef Jadi Wamenhan? Pakar: Rawan Konflik Kepentingan dan Pengalaman Birokrasi Nol