SUARA GARUT - Area pesawahan yang membentang luas di sejumlah wilayah Kabupaten Garut menjadikan masyhur dengan produksi padi.
Bahkan untuk jenis padi ketan hitam beberapa petani di sejumlah kecamatan ini memiliki keunggulan tersendiri sehingga dilirik pasar mancanegara.
Misalnya, beras ketan hitam yang diproduksi oleh Kelompoknya Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) di Kabupaten Garut mampu menembus pasar Amerika Serikat.
Beberapa waktu Ketua KTNA Garut, H Endang Solihin menyebutkan bahwa para petani yang tergabung dalam KTNA telah mengekspor beras ketan hitam ke Amerika Serikat sebanyak 2O ton per bulannya.
“Amerika Serikat sebenarnya minta lebih dari 20 ton. Namun, karena masih dalam tahap penjajakan, maka baru berani memenuhi permintaan pasar Amerika Serikat 20 ton per bulan," kata Endang saat dijumpai awak media di Sub Terminal Agribisnis Desa Karyajaya, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, beberapa waktu lalu.
Diungkapkannya, di Kabupaten Garut saat ini tercatat ada lebih dari 3.000 hektare lahan pertanian yang digunakan untuk menanam padi jenis ketan hitam.
Para petani yang mengkhususkan diri menanam ketan hitam ini di antaranya berada di empat kecamatan yang meliputi Pasirwangi, Bayongbong, Sukaresmi dan Cisurupan.
Dirinya merasa optimistis ke depannya para petani ketan hitam di Kabupaten Garut dapat meningkatkan kapasitas produksinya sehingga mampu memenuhi pangsa pasar internasional. (*)
Editor: Firman
Baca Juga: Tersedia Mi Tarempa, Ini 3 Tempat Sarapan Favorit di Batam
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Multiplier Effect Industri Hulu Migas, Dukung Perekonomian Daerah
-
Tren 'Kicau Mania' dan Suara Burung yang Tak Lagi Saya Dengar
-
Buku Puisi Sergius Mencari Bacchus: Antara Kesepian, Doa, dan Keberanian
-
Harga Minyak Naik Tipis, Investor Ragukan Kesepakatan AS-Iran Tercapai
-
Perwira Polda Sumut Kompol DK Dipecat Usai Viral Kasus Vape Narkoba
-
Review His & Hers: Kisah Pasangan yang Terjebak dalam Lingkaran Konflik!
-
Profil Timnas Australia: Langganan Turnamen Siap Jadi Pengacau di Piala Dunia 2026
-
Harga Minyak Dunia Anjlok 6 Persen Usai Ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz Mereda
-
Studi Ungkap Gunung Berapi yang Tidur Ribuan Tahun Ternyata Bisa Tetap Aktif: Mengapa?
-
Menjemput Kelezatan Rendang Kuah Hitam Autentik di RM Pak Haji Munir Jambi