Tak lama, amarah dosen itu pun mulai tersulut. Dosen itu menantang dan mengajak sang rektor menyelesaikan masalahnya di luar kampus secara pribadi.
Khairunnas kembali menolak dengan alasan saat itu merupakan jam kerja atau jam kantor. Ia bahkan tak menganggap Irwandra sebagai dosen di kampus tersebut.
Sang rektor pun menawarkan waktu pertemuan yang diinginkan dirinya, yaitu sesudah jam pulang kantor. Dirinya juga membebaskan tempat pertemuan itu.
Namun, kedua dosen itu menyanggah dan kekeh perbincangan agar dilakukan saat itu juga di ruang rektor karena sang rektor sempat beralasan saat itu adalah jam kantor.
Kedua dosen itu juga mengatakan sang rektor selama ini hanya bisa mengancam dan telah merampas hak orang lain.
Khairunnas pun kembali menanggapi santai kalau mereka (dosen-dosen) yang diketahui telah melaporkannya ke pihak Polda dan KPK.
Sang rektor yang nampak sedikit kesal itu pun sampai berujar kalau dosen tersebut 'haram' menyentuh dirinya. Ia juga tak mau menanggapi maksud Irwandra dianggapnya tidak jelas.
Mereka (pihak dosen) mempertanyakan letak ketidakjelasan maksud tersebut. Kedua dosen itu juga berargumen kalau yang mengangkat mereka adalah negara bukan sang rektor.
Beberapa pihak termasuk beberapa dosen yang ada di situ pun menyarankan dan mengajak untuk menyelesaikan permasalahan tersebut secara di ruangan atau gedung rektorat.
Baca Juga: Terlibat Produksi Film Dewasa, Selebgram Siskaeee dan Virly Virginia Segera Diperiksa Polisi
Lagi, Khairunnas enggan mengiyakan ajakan tersebut dan mempersilahkan Irwandra serta yang lainnya datang ke gedung rektorat tanpa dirinya dengan alasan masih jam kantor.
Ia juga berujar, bahwa siapa saja (ingin) bertemu pihak rektorat itu memiliki satuan perangkat kerja.
Namun, Irwandra menganggap Khairunnas malah kabur saat diajak bertemu para dosen beberapa hari ke belakang. Tuduhan itu kembali dibantah Khairunnas sambil mengumpat.
Khairunnas kembali mempersilahkan Irwandra dan dosen lainnya untuk datang dan menunggunya di gedung rektorat— mengaku tak akan kabur dari ruangan serta akan menemui Irwandra juga para dosen lainnya.
Cekcok tersebut dipicu karena adanya dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan pihak rektorat.
Hingga saat ini video yang diunggah akun Tiktok @ig.kisaranda_siregar tersebut telah ditonton pengguna Tiktok lebih dari dari 720 ribu kali, disukai 18 ribu kali serta dipenuhi lebih dari 2000 komentar.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Kronologi Warga OKU Diserang Beruang saat Sadap Karet, Sempat Duel hingga Luka Parah
-
Gencarkan Sport Diplomacy, Erick Thohir dianugerahi KWP Awards 2026
-
Malaysia Bungkam Timnas Indonesia U-17, Shukor Adan Puji Kedewasaan Lini Belakang
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
6 Penumpang Helikopter PK-CFX Ditemukan Tewas di Hutan Sekadau
-
Kejati Banten Geledah Kantor BUMD PT ABM, Koper Berisi Dokumen Penting Disita
-
Revolusi Pertanian dari Desa, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Sabet KWP Awards 2026
-
5 Fakta Mengejutkan Skandal Dugaan Pelecehan Seksual di Grup Chat Mahasiswa IPB
-
Lebih dari 10 Pelaku Diburu! Polisi Ungkap Perkembangan Kasus Kades Lumajang Diserang
-
Kredibilitas Jadi Kunci, Ini Alasan Memilih Pengembang Properti Tak Bisa Sembarangan