SUARA GARUT— Viral sebuah video yang menunjukkan adu mulut dua orang pria paruh baya yang diketahui antara seorang rektor dan dosen.
Keduanya diketahui merupakan sivitas akademika Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (SuSKa) Pekanbaru, Riau.
Dalam rekaman video yang beredar media sosial, nampak Rektor UIN SuSKa, Khairunnas Rajab yang mengenakan kemeja berwarna putih serta menggunakan kacamata tengah berada di selasa masjid Kampus UIN SuSKa.
Ia terlihat sedang adu mulut dengan salah seorang dosen yang diketahui bernama Irwandra yang mengenakan kemeja kotak-kotak berwarna biru muda. Mereka awalnya nampak cekcok menggunakan bahasa Minangkabau.
Nampak juga petugas atau satpam berada di lokasi kejadian yang sudah berjaga dan mendampingi keduanya.
Awalnya, Khairunnas terlihat tengah berdiri dan berjalan. Namun, dosen itu menghampiri Khairunnas dan meminta untuk berbincang di ruangan rektor.
Tak lama, Khairunnas pun duduk di anak tangga selasar masjid. Ia pun mempertanyakan maksud dan keinginan dari dosen tersebut.
Bahkan, ia sempat mempersilahkan Irwandra tersebut untuk memukulnya hingga mengangkat dan melepas sejenak peci dan menyodorkan kepalanya.
Namun, Irwandra dan perekam video yang diduga merupakan dosen lainnya menolak permintaan Khairunnas itu. Amarah Khairunnas pun nampak sedikit memuncak.
Baca Juga: Terlibat Produksi Film Dewasa, Selebgram Siskaeee dan Virly Virginia Segera Diperiksa Polisi
Perekam video juga mengatakan akan mengunggah dan menyebarluaskan kejadian tersebut di media sosial. Dengan tegas, Khairunnas tak takut dengan ancaman itu dan mempersilahkan mereka membuat viral cekcok tersebut.
Ia menuding Irwandra sebelumnya memang ingin memukul dirinya. Lagi, kedua dosen tersebut membantah tuduhan itu dan mereka mengaku hanya ingin mengajak Khairunnas berbincang baik-baik.
Pria berkacamata itu juga sempat menuturkan sambil mengungkit kalau dosen tersebut pernah memukul meja seorang sivitas akademika lainnya hingga tak jadi meminum obat.
Tetapi, dosen itu kembali membantah tuduhan Rektor UIN SuSKa tersebut. Mereka pun tetap kekeh untuk berbincang dengan Khairunnas saat itu juga di gedung rektorat.
Sebaliknya, Khairunnas menolak ajakan mereka dan ingin perbincangan dilakukan di tempat kejadian saat itu juga.
Sambil berargumen, Khairunnas pun menanggapi santai kalau mereka (dosen-dosen) yang diketahui telah melaporkannya ke pihak kepolisian dan tinggal menunggu proses hukum berjalan saja.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Mediterranean Muse: Saat Tas Travel Bertransformasi Menjadi Fashion Statement
-
Kronologi Warga OKU Diserang Beruang saat Sadap Karet, Sempat Duel hingga Luka Parah
-
Gencarkan Sport Diplomacy, Erick Thohir dianugerahi KWP Awards 2026
-
Malaysia Bungkam Timnas Indonesia U-17, Shukor Adan Puji Kedewasaan Lini Belakang
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
6 Penumpang Helikopter PK-CFX Ditemukan Tewas di Hutan Sekadau
-
Kejati Banten Geledah Kantor BUMD PT ABM, Koper Berisi Dokumen Penting Disita
-
Revolusi Pertanian dari Desa, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Sabet KWP Awards 2026
-
5 Fakta Mengejutkan Skandal Dugaan Pelecehan Seksual di Grup Chat Mahasiswa IPB
-
Lebih dari 10 Pelaku Diburu! Polisi Ungkap Perkembangan Kasus Kades Lumajang Diserang