SUARA GARUT - Asnawi Mangkualam Bahar membeberkan alasannya tetap terbang untuk berkarir di Korea Selatan meski gaji yang diterima sedikit daripada klub Indonesia.
Asnawi Mangkualam sendiri merupakan pesepakbola nasional yang mengemban ban kapten Timnas Indonesia era pelatih Shin Tae yong.
Penunjukan sebagai kapten ini tentu bukan tanpa alasan, dimana kemampuan Asnawi di lapangan hijau memang cukup mumpuni.
Sebagai salah satu pemain yang mengambil kesempatan bergabung dengan klub luar negeri, Jeonnam Dragons, Asnawi menyebut bahwa besaran gaji pesepakbola di Korea lebih sedikit.
"misal di Indonesia 100, di Korea 20 atau 30," kata Asnawi Mangkualam, ketika diundang dalam podcast Sport77 Official di YouTube dikutip garut.suara.com pada Minggu 17 September 2023.
Menurut Asnawi, nominal gaji ini memang menjadi salah satu alasan banyak pemain lain urung pergi berkarir di luar negeri. Apalagi perbedaannya bisa mencapai 70 persen.
"Pemain Indonesia kan memang sangat sulit buat dapat kesempatan bisa bermain ke luar. Ada yang dapat kesempatan cuman ya masalah gaji atau dan lain-lain yang gak cocok," ujar Asnawi Mangkualam.
Asnawi juga mengaku sempat diingatkan Shin Tae yong soal masalah gaji tersebut, namun tidak mengurungkan niatnya untuk mengambil kesempatan berkarir di luar negeri.
"Makanya coach Shin (Tae-yong) juga nelepon terus tanya 'emang yakin mau pergi ke sana gajinya segini'," ungkap Asnawi.
Baca Juga: Eva Manurung Sindir Perilaku Inara Rusli Kepada Febby Carol: Kalau Betul dari Hati, Terima Kasih
"Nggak ada mikir-mikir soal gaji. Langsung aja tanya bang Gabriel, langsung berangkat (ke Korea Selatam," katanya.
Keputusan Asnawi Mangkualam untuk berkarir di luar negeri itu pun akhirnya membuahkan hasil. Kini kualitasnya meningkat dan mampu tampil baik hingga ditunjuk sebagai kapten Timnas Indonesia.
Asnawi juga berpesan kepada talenta muda lainnya di Indonesia untuk bisa berkarir di luar negeri jika ada kesempatan dan jangan terpaku pada nominal gaji untuk mendapat pengalaman lebih banyak. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Desa BRILiaN Tompobulu: Bukti Sinergi Potensi Lokal dan Digitalisasi Tumbuhkan Ekonomi Berkelanjutan
-
Sinopsis Film Sori: Voice from the Heart, Kisah Haru Ayah dan Robot Pencari Suara
-
Vibes Lebih Seram dan Gelap, Wednesday Season 2 Bongkar Rahasia Willow Hill & Burung Gagak Pembunuh
-
5 Rekomendasi Smartband Murah untuk Olahraga, Fitur Lengkap Mulai Rp200 Ribuan
-
Nestle Umumkan 12 Ton Cokelat KitKat Dicuri Jelang Paskah
-
Drama Sprint Race MotoGP Amerika 2026: Jorge Martin Taklukkan Austin, Marquez dan Diggia Tergelincir
-
Emiten Produsen Sarung Tangan Medis MARK Raih Laba Bersih Rp 837,31 Miliar di 2025
-
Ancaman Selat Hormuz, RI Mulai Telusuri Sumber Minyak Selain Timur Tengah
-
Realisasi Bantuan Jaminan Hidup Terus Meningkat, Jadi Penunjang Hidup Penyintas
-
Kasus Amsal Sitepu Akan Dibahas Komisi III DPR RI Besok, Rapat Digelar untuk Sikapi Desakan Publik