SUARA GARUT - Putu Gede Juniantara telah menyelesaikan sanksi dari Komite Disiplin PSSI dan bisa kembali bertanding ketika Persib Bandung bersua Bhayangkara FC pada pekan ke 13 Liga 1 2023/2024.
Sebelumnya Putu Gede mendapatkan sanksi usai melakukan tindakan tak terpuji dengan menendang pemain Persis Solo pada awal musim.
Hukuman yang diterima juga cukup berat dimana Putu Gede dilarang untuk tampil sebanyak 5 pertandingan ditambah uang denda.
Namun setelah kini sanksinya berakhir Putu Gede akui akan belajar dari kesalahan dan janjikan penampilan yang lebih baik untuk Persib Bandung.
Menurutnya melihat rekan bertanding sedangkan dia dilarang tampil terasa sangat menyiksa.
"Sebagai atlet sepakbola pastinya kalau kena sanksi lebih (menyiksa), pasti ingin main," kata Putu Gede.
"Pengalaman kemarin pastinya saya belajar dari kesalahan. Sanksi 5 kali pertandingan itu baru pertama dalam karier saya, Saya harus belajar dari kesalahan itu," katanya.
Sementara itu menghadapi Bhayangkara FC diakui Putu Gede menjadi motivasi tersendiri dan dia akan tetap profesional jika diturunkan dalam laga akhir pekan ini.
"Dulu saya main di Bhayangkara, sekarang saya main di PERSIB. Saya bermain dengan profesional di mana pun saya membela tim," ujar Putu Gede.
Baca Juga: Denny Darko Sebut Hubungan Fuji-Asnawi Mangkualam Akan Cepat Berakhir Jika Tak Lakukan Ini
Pertandingan antara Persib Bandung kontra Bhayangkara FC sendiri akan berlangsung pada Sabtu, 23 September 2023 mendatang. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan