/
Rabu, 20 September 2023 | 21:15 WIB
Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman pelepasan penyaluran cadangan beras pemerintah untuk bantuan pangan di Gudang Bulog, Jalan Cimanuk Atas, Tarogong Kidul, Selasa (19/9/2023). ((Dok. Suara Garut/ Jay))

SUARA GARUT - Wakil Bupati (Wabup) Garut, Jawa Barat, Helmi Budiman, mengatakan, bulan September ini merupakan puncak daripada musim kemarau. Sehingga, daerah yang dilanda kekeringan makin meluas dari semula 10 kecamatan kini menjadi 19 kecamatan. Akibatnya banyak sekali masyarakat Kabupaten Garut yang kekurangan air bersih.

"Ya, untuk sekarang ini pengiriman air minum. Kita sudah menghitung kebutuhan kita untuk air minum selama kemarau ini sekitar 3,5 juta liter air untuk 19 Kecamatan ini," ungkapnya,  usai pelepasan penyaluran cadangan beras pemerintah untuk bantuan pangan di Gudang Bulog, Jalan Cimanuk Atas, Tarogong Kidul, Selasa (19/9/ 2023).

Ia menyampaikan, berdasarkan laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), bahwa puncaknya musim kemarau itu, yakni pada bulan Agustus dan September ini.

"Kemarau sekarang jadi saat ini memang puncaknya. Banyak sekali masyarakat kita yang kekurangan air bersih," ujarnya

Helmi Budiman menuturkan,  kekeringan hingga September ini yang tadinya hanya ada di 3 Kecamatan lalu bertambah menjadi 10 Kecamatan dan ternyata meluas lagi mencapai 19 Kecamatan.

"Jadi sekarang ini yang kekurangan air itu ada di 19 Kecamatan. Kita sudah inventarisir, kita lakukan asesmen apa yang harus kita lakukan sekarang ini." Katanya.

Helmi Budiman menambahkan, untuk air minum ini stoknya ada dan juga aman. Sampai sekarang ini sudah terdistribusi sekitar 700 ribu liter air. (*)

Load More