Piala Dunia 2022 yang berlangsung di Qatar memecahkan rekor jumlah penonton. Induk sepak bola nasional, FIFA mencatat miliaran orang menonton pertandingan Piala Dunia 2022 via perangkat seluler.
Melansir dari Aljazeera, 2,5 miliar orang tercatat menonton pertandingan Piala Dunia 2022 lewat perangkat seluler. Sebagian besar melalui aplikasi TV, portal olahraga dan layanan Youtube.
Presiden FIFA Gianni Infantino menyebut Piala Dunia 2018 ditonton sebanyak 3,57 miliar orang melalui TV dan internet.
Gianni Infantino berharap Piala Dunia 2022 Qatar menjadi yang pertama ditonton secara dominan melalui internet.
Ia berharap pada final Piala Dunia 2022 bisa ditonton lebih dari 5 miliar orang, dan ini jadi menjadi rekor bersejarah bagi Piala Dunia.
Seiring kemajuan teknologi, smartphone menjadi alat yang sangat diperlukan untuk para penggemar sepak bola saat ini.
"Smartphone menjadi lebih penting dan lebih mudah digunakan suporter untuk menonton pertandingan, pada saat yang sama bisa melihat reaksi dan analisis secara real time," tulis laporan Aljazeera.
Perhelatan Piala Dunia 2022 diuntungkan dengan pesatnya kemajuan internet di sejumlah negara. Penggunanan internet saat ini menjadi pilar utama seperti bagi masyarakat di Cina.
Fakta juga menunjukkan bahwa rata-rata penduduk di Uni Eropa menghabiskan 3 jam 45 menit setiap hari di depan ponsel milik mereka.
Baca Juga: 90 Menit Pertandingan Sepak Bola dan Bangkitnya Rasa Nasionalisme
Sementara masyarakat Uni Eropa hanya habiskan waktu dua jam di depan layar televisi. Angka ini dikabarkan akan menurun dengan cepat.
Titik balik penggunaan koneksi internet untuk menonton Piala Dunia terjadi pada 2008. Pada tahun tersebut, untuk pertama kalinya koneksi internet lebih dibutuhkan dibanding dengan televisi.
Tahun 2019, lebih banyak orang menonton konten video lewat smartphone daripada melalui TV atau komputer.
Para ahli memprediksi bahwa ada antara 4,6-4,9 miliar ponsel cerdas aktif di seluruh dunia.
Berita Terkait
-
Timnas Jepang Kalahkan Jerman di Laga Pertama Piala Dunia 2022, Wapres Maruf Amin: Kebangkitan Asia!
-
Bicara Kemenangan Jepang Atas Jerman di Piala Dunia, Wapres Ma'ruf Amin: Kebangkitan Asia
-
Selalu Gagal Lawan Wakil Asia, Ini Fakta Menarik di Balik Kekalahan Jerman dari Jepang di Piala Dunia 2022
-
Fakta Kim Min-jae, Tumpuan Korea Selatan di Piala Dunia Selain Son Heung Min
-
Link Streaming Piala Dunia 2022 Swiss vs Kamerun Secara GRATIS
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan