Jika timnas kita dijuluki sebagai tim Garuda, maka Jepang punya julukan lain selain tim Samurai Biru, yakni tim Gagak Hitam Berkaki Tiga. Ada simbol hewan yang melekat di dada jersey Jepang yakni Yatagarasu atau gagak hitam berkaki tiga.
Sosok Yatagarasu bukan sembarang hewan mitos. Bagi masyarakat Jepang, gagak hitam berkaki tiga ini punya cerita dan makna mendalam.
Dilansir dari fnn, pencipta Yatagarasu yang berada di jersey timnas Jepang ialah seorang pematung bernama Jitsuzo Hinago. Ia seorang pemahat dari prefektur Oita yang hidup di akhir zaman Kaisar Taisho dan periode awal Show.
Pada 1931, PSSI-nya Jepang, JFA pertama kali memperkenalkan sosok Yatagarasu di jersey mereka. Pihak JFA saat itu meminta bantuan Hinago.
Saat itu JFA meminta Hinago membuat simbol bagi skuat Jepang, simbol yang kuat dan mencerminkan budaya serta asal usul orang Jepang.
Hinago kemudian memperkenalkan hewan mitologi Yatagarasu, dewa penuntut dalam mitologi kepercayaan Shinto.
Konon, gagak hitam berkaki tiga ini memandu kaisar pertama Jepang, Jimmu saat melakukan ekspedisi dari Kumano di Hiroshima menelusuri seluruh wilayah Jepang.
Mahluk mitologi gagak hitam berkaki tiga ini diutus oleh Takamimusubi, dalam kepercayaan orang Jepang merupakan dewa pertanian. Takamimusubi juga dianggap sosok kedua dari hal-hal pertama yang muncul pada periode awal kehadiran orang Jepang.
Sosok Takamimusubi saat ini juga dianggap sebagai sosok penunggu dan pelindung bagi keluarga kekaisaran Jepang.
Baca Juga: Kisah Perjalanan Pele Raih Piala Dunia Diabadikan dalam Bentuk Film Autobiografi
Usulan Hinago untuk menyematkan Yatagarasu tentu saja langsung mendapat persetujuan dari petinggi JFA. Sosok ini dianggap mencerminkan bisa melindungi pemain Jepang saat bertanding di lapangan hijau.
Tak sekedar itu, sosok Yatagarasu juga menjadi dianggap sebagai pembimbing tim sepak bola Jepang untuk bisa meraih hasil terbaik di setiap pertandingan.
Sampai saat ini kepercayaan orang Jepang kepada Yatagarasu sangat besar. Beberapa waktu lalu, orang-orang di Jepang berbondong-bondong datang ke kuil Kumano di Prefektur Nagano.
Kuil ini dikenal sebagai kuil Yatagarasu. Di sana, orang-orang Jepang berdoa agar Ritsu Doan dkk selama perhelatan Piala Dunia 2022 mendapat hasil terbaik.
Kepala kuil, Mizusawa Takafumi seperti dilansir dari NHK mengatakan bahwa tingkat kehadiran orang-orang ke kuil pasca kemenangan Jepang atas Jerman di Piala Dunia 2022 terus meningkat.
Ia pun berharap bahwa sosok Yatagarasu di jersey Jepang akan membawa tim Samurai Biru melangkah jauh di Piala Dunia 2022. Harapan itu kemudian terkabul.
Tim Jepang sukses melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2022. Dinihari tadi, Jumat (2/12), Jepang meraih kemenangan 2-1 atas Spanyol. Tak hanya lolos ke babak 16 besar, Jepang juga membuat Jerman angkat koper terlebih dahulu.
Meski kemenangan Jepang ini diwarnai kontroversial soal gol kedua mereka yang dicetak oleh Ao Tanaka pada menit ke-51. Sebelum Tanaka cetak gol, bola yang dikirim oleh Kaoru Mitoma dianggap sudah lebih dulu meninggalkan lapangan pertandingan.
Berita Terkait
-
Pelatih Korea Selatan: Portugal Harus Waspada
-
Hansi Flick: Jamal Musiala Masa Depan Sepak Bola Jerman
-
Sandy Walsh Ungkap Keganasan Romelu Lukaku, Pernah Dihantam Hingga Mimisan
-
Pelatih Jepang Komentar Gol Kontroversi Ao Tanaka: Kalau Bola Keluar, Ada Tendangan Gawang, Itu Tidak
-
Link Live Streaming Ghana vs Uruguay Piala Dunia 2022, Kira-kira Siapa yang Menang?
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
Terkini
-
Penerimaan Pajak Naik 30,7% di Awal 2026, Negara Kantongi Rp 116,2 Triliun
-
Logika vs Durhaka: Mengapa Berargumen Sering Kali Dianggap Tidak Tahu Adab?
-
Pemerintah Batasi Pergerakan Kendaraan Demi Tekan Kemacetan Mudik Lebaran 2026
-
Pembagian THR Paling Lambat Kapan? Tidak Boleh Dicicil, Cek Batas Waktunya
-
2 Amunisi Naturalisasi Tambahan Malaysia dari Australia dan Brasil
-
Dari Teras Udayana sampai Jalan Majapahit: Mengintip Surga Kuliner Ramadan di Kota Mataram
-
Begini Kebijakan Kemenkeu RI Buntut Viralnya Dwi Sasetyaningtyas, LPDP Trending
-
Gubernur Jatim Dukung RSUD Dr Soetomo Ikuti Konferensi ACGME di Amerika Serikat
-
Beredar Surat 'Bebas' Kasat Narkoba Toraja Utara, Propam Polda Sulsel Buka Suara
-
Dirut Supertone Ngaku Untung 'Dikit' dari Laptop Chromebook di Tengah Kasus Korupsi Rp 2,18 Triliun