/
Rabu, 07 Desember 2022 | 07:56 WIB
Selebrasi Shin Tae-yong (chosun.com)

Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong lahir di Yeongdeok, Korsel pada 11 MEi 1970. Bagi publik Korsel, sosok Shin Tae-yong bisa dibilang berstatus pemain besar. 

Status pemain besar layak disematkan kepada Shin Tae-yong. Deretan gelar jadi buktinya. Selama bermain di Seongnam Ilhwa Chunma, Shin mampu meraih jumlah juara terbanyak di K-League, kompetisi tertinggi di Korsel. 

Setelah lulus dari Universitas Yeungnam, Shin Tae-yong bergabung dengan klub Ilhwa Chunma pada 1992. Di klub ini, Shin mampu meraih K-League Rookie Award, penghargaan untuk pemain muda di Liga Korsel. 

Bermain di Ilhwa Chunma, Shin Tae-yong adalah jenderal lapangan tengah. Duetnya dengan Park Nam-yeol dianggap sebagai kombinasi terbaik lini tengah yang dipuji publik sepak bola Korsel. 

Tiga tahun setelah mendapat gelar K-League Rookie Award, Shin mampu mencatatkan 20 asisst dan meraih gelar pemain terbaik liga. Musim 1995-96, Shin mampu meraih membawa Ilhwa menjadi juara Piala Champions Asia. 

Kemampuan Shin sebagai pesepak bola terus terasah. Bahkan saat klubnya didera masalah internal pada 1996, penampilan Shin sama sekali tak melorot. Bahkan ia masih mampu meraih gelar top skor liga saat itu. 

Prestasi Shin sebagai pemain di K-League memang patut diancungi jempol. Gelar pemain terbaik lebih dari dua kali di K-League hanya mampu diraih segelintir orang, dan Shin Tae-yong menjadi salah satunya. 

Hingga saat ini hanya ada tiga pemain yang mampu meraih gelar MVP K-League lebih dari dua kali yakni Shin Tae-yong, Lee DOng-guk dan Jeong Jo-guk. 

Usai pensiun sebagai pemain pada 2005 di Queensland Roar, Shin lalu melanjutkan karier sebagai pelatih. Sempat melatih di Queensland Roar, Shin lalu lanjutkan kariernya sebagai pelatih di Seongnam Ilhwa Chunma hingga akhir melatih Timnas Indonesia. 

Baca Juga: Shin Tae-yong Dulu Dilempar Telur Busuk, Paulo Bento Dijamu Makan Siang oleh Presiden

Joget Shin Tae-yong yang Melegenda

Shin Tae-yong (sumber: yna.co.kr)

Di perjalanan kariernya sebagai pelatih, salah satu momen yang paling dikenang publik sepak bola Korsel ialah usai pertandingan antara Seongnam vs Pohang Steelers pada 11 April 2009. 

Pertandingan ini terasa berat bagi Seongnam Ilhwa Chunma. Anak asuh Shin Tae-yong saat itu terpuruk di tiga pertandingan terakhir, 2 kali imbang dan 1 kali kalah. 

Sedangkan lawannya, Pohang tengah onfire. Mereka mampu merai 7 kemenangan dan 1 kali imbang. Beban berat ada di pundak Shin Tae-yong, apalagi pertandingan di markas Seongnam. 

Di awal pertandingan, anak asuh Shin Tae-yong sempat tertinggal terlebih dahulu. Namun taktik dan strategi Shin Tae-yong mampu membawa Seongnam Ilhwa Chunma berbalik unggul dan meraih kemenangan. 

Kemenangan ini pun langsung dirayakan oleh pemain Seongnam Ilhwa Chunma dan Shin Tae-yong. Selebrasi Shin Tae-yong jadi sorotan. 

Bagaimana tidak, ia mendatangi salah satu tribun penonton, memberi hormat kepada suporter. Setelah itu, ia langsunug melepas jas, kemeja dan celananya. 

Load More