Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong lahir di Yeongdeok, Korsel pada 11 MEi 1970. Bagi publik Korsel, sosok Shin Tae-yong bisa dibilang berstatus pemain besar.
Status pemain besar layak disematkan kepada Shin Tae-yong. Deretan gelar jadi buktinya. Selama bermain di Seongnam Ilhwa Chunma, Shin mampu meraih jumlah juara terbanyak di K-League, kompetisi tertinggi di Korsel.
Setelah lulus dari Universitas Yeungnam, Shin Tae-yong bergabung dengan klub Ilhwa Chunma pada 1992. Di klub ini, Shin mampu meraih K-League Rookie Award, penghargaan untuk pemain muda di Liga Korsel.
Bermain di Ilhwa Chunma, Shin Tae-yong adalah jenderal lapangan tengah. Duetnya dengan Park Nam-yeol dianggap sebagai kombinasi terbaik lini tengah yang dipuji publik sepak bola Korsel.
Tiga tahun setelah mendapat gelar K-League Rookie Award, Shin mampu mencatatkan 20 asisst dan meraih gelar pemain terbaik liga. Musim 1995-96, Shin mampu meraih membawa Ilhwa menjadi juara Piala Champions Asia.
Kemampuan Shin sebagai pesepak bola terus terasah. Bahkan saat klubnya didera masalah internal pada 1996, penampilan Shin sama sekali tak melorot. Bahkan ia masih mampu meraih gelar top skor liga saat itu.
Prestasi Shin sebagai pemain di K-League memang patut diancungi jempol. Gelar pemain terbaik lebih dari dua kali di K-League hanya mampu diraih segelintir orang, dan Shin Tae-yong menjadi salah satunya.
Hingga saat ini hanya ada tiga pemain yang mampu meraih gelar MVP K-League lebih dari dua kali yakni Shin Tae-yong, Lee DOng-guk dan Jeong Jo-guk.
Usai pensiun sebagai pemain pada 2005 di Queensland Roar, Shin lalu melanjutkan karier sebagai pelatih. Sempat melatih di Queensland Roar, Shin lalu lanjutkan kariernya sebagai pelatih di Seongnam Ilhwa Chunma hingga akhir melatih Timnas Indonesia.
Baca Juga: Shin Tae-yong Dulu Dilempar Telur Busuk, Paulo Bento Dijamu Makan Siang oleh Presiden
Joget Shin Tae-yong yang Melegenda
Di perjalanan kariernya sebagai pelatih, salah satu momen yang paling dikenang publik sepak bola Korsel ialah usai pertandingan antara Seongnam vs Pohang Steelers pada 11 April 2009.
Pertandingan ini terasa berat bagi Seongnam Ilhwa Chunma. Anak asuh Shin Tae-yong saat itu terpuruk di tiga pertandingan terakhir, 2 kali imbang dan 1 kali kalah.
Sedangkan lawannya, Pohang tengah onfire. Mereka mampu merai 7 kemenangan dan 1 kali imbang. Beban berat ada di pundak Shin Tae-yong, apalagi pertandingan di markas Seongnam.
Di awal pertandingan, anak asuh Shin Tae-yong sempat tertinggal terlebih dahulu. Namun taktik dan strategi Shin Tae-yong mampu membawa Seongnam Ilhwa Chunma berbalik unggul dan meraih kemenangan.
Kemenangan ini pun langsung dirayakan oleh pemain Seongnam Ilhwa Chunma dan Shin Tae-yong. Selebrasi Shin Tae-yong jadi sorotan.
Bagaimana tidak, ia mendatangi salah satu tribun penonton, memberi hormat kepada suporter. Setelah itu, ia langsunug melepas jas, kemeja dan celananya.
Berita Terkait
-
Dibungkam Maroko, Spanyol Diminta Belajar ke Timnas Indonesia, Garuda Pernah Menang 1-0
-
Mirip Timnas Indonesia, Pemain Maroko Kompak Sujud Syukur usai Kalahkan Spanyol di Piala Dunia 2022
-
Timnas Indonesia Terus Digembleng, Shin Tae-yong Selipkan Latihan Taktik di Sela Penguatan Fisik
-
Ogah Minder di Timnas Indonesia, Dzaky Asraf Ingin Petik Banyak Pengalaman
-
Lengkap! Egy Maulana Vikri, Witan, Asnawi dan Pratama Arhan Gabung TC Timnas Indonesia
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?
-
Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027
-
Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!
-
Gudang Sekolah di Penjaringan Terbakar, 70 Petugas Dikerahkan
-
Review Almarhum: Sinematografi Thriller Misteri Bernyawa Kearifan Lokal