/
Minggu, 11 Desember 2022 | 21:08 WIB
Lerbi bersama Pele (@LePaf)

Prancis akan menantang Maroko di babak semifinal Piala Dunia 2022. Tim Ayam Jantan akan melawan Singa Atlas, negara yang dulu mereka jajah. 

Sebagai salah satu negara imperium kuno, Prancis memiliki tanah jajahan di benua Afrika dan Maroko adalah salah satunya. 

Diakui atau tidak, sebagai negara jajahan Prancis, Maroko rupanya tidak hanya berperan besar memberikan upeti namun juga berpengaruh besar pada tim nasional Prancis. 

Prancis yang saat ini menjelma jadi kekuatan sepak bola Eropa tak lepas dari peran imigran dan negeri jajahan mereka dahulu, Maroko salah satunya. 

Setidaknya ada tiga legenda Prancis yang faktanya orang asli Maroko. Mereka lahir di kota Maroko dan 'terpaksa' membela Prancis. Siapa saja mereka? Berikut ulasannya: 

Larbi Banbarek

Lerbi Benbarek (sumber: Facebook Demonio Blanco)

Nama pertama ialah Larbi Banbarek. Ia terlahir dengan nama Abd al-Qadir Larbi Ben Mbarek di pinggiran kota Casablanca. 

Pada 1934, ia memulai kariernya sebagai pesepak bola dengan membela tim kota kelahirannya, Idéal de Casablanca, tim kecil yang bermain di kasta kedua Liga Maroko. 

Pada 1938, Larbi Benbarek resmi menjadi pemain Marseille dan mendapat bayaran 44ribu franc. 

Selang beberapa bulan, Benbarek dipanggil untuk membela tim nasional Prancis. Ia mulai debutnya unutk Les Blues di Naples saat melawan Italia. 

Baca Juga: Larbi Benbarek, Pele-nya Maroko yang Lebih Berharga Dibanding Menara Eiffel

Awal pemanggilan Ben Barek jadi titik awal hubungan tim nasional Prancis diperkuat talenta hebat berdarah Maroko. 

Pada periode 1938 hingga 1954, Benbarek tercatat membela tim Ayam Jantan sebanyak 17 pertandingan. Pele sempat mengatakan bahwa Benbarek adalah tuhannya sepak bola. 

"Jika saya adalah raja sepak bola, maka Larbi Benbarek adalah Tuhannya" ucap Pele seperti dikutip dari aljazeera.com

Just Fontaine

Just Fontaine (sumber: twitter.com/WorldCupStatsGo)

Selanjutnya ada nama legenda sepak bola Prancis, Just Fontaine. Jika Benbarek lahir di Casablanca, Fontaine kelahiran Marrakech, Maroko. 

Sebenarnya Fontaine hanya numpang lahir di Maroko. Ayahnya seorang Prancis dan ibunya Spanyol. 

Fontaine awalnya karirnya bermain di klub Maroko, USM Casablanca. Tiga musim membela klub ini, Fontaine cetak 62 gol dari 48 pertandingan. 

Torehan gol yang membuat klub Ligue 1, Nice merekrutnya pada 1953. Nama Fontaine mulai populer saat ia pindah ke Stade de Reims dan berduet dengan Raymond Kopa. 

Fontaine membela Prancis pada periode 1953 hingga 1960. Ia torehkan 30 gol dari 21 caps. Setelah pensiun sebagai pesepak bola, Fontaine sempat menjadi pelatih Prancis. Ia menutup kariernya sebagai pelatih dengan membesut tanah kelahirannya, Maroko pada 1979 hingga 1981

Abderrahmane Mahjoub

Abderrahmane Mahjoub (sumber: @protofutebol)

Terakhir ada nama Abderrahmane Mahjoub. Pemain berposisi sebagai gelandang ini juga salah satu legenda sepak bola Prancis. 

Mahjoub kelahiran Casablanca pada 25 April 1929. Karier sepak bolanya di mulai saat ia bermain untuk tim amatir, Athlétique Casablanca. 

Setelah itu ia merantau ke Prancis. Ia satu angkatan dengan Just Fontaine. Mahjoub dikenal dengan julukan Price du Parc karena kontrol bolanya yang mengagumkan. 

Mahjoub dianggap sebagai salah satu pemain keturunan Arab terbaik di eranya. Sama dengan Benbarek dan Fontaine, Mahjoub juga tercatat pernah membela timnas Prancis pada periode 50-an. 

Namun pada 60-an setelah Maroko merdeka, Mahjoub membela tim Singa Atlas. Pada babak kualifikasi Piala Dunia 1962, Maroko jumpa Spanyol yang saat itu diperkuat legenda seperti Alfredo Di Stefano dan Ferenc Puskás. Hebatnya ia sukses membawa Maroko mengalahkan Spanyol pada laga tersebut. 

Load More