/
Minggu, 11 Desember 2022 | 20:19 WIB
Legenda Maroko, Larbi Benbarek (@africasacountry)

Publik dibuat terperanga dengan kehebatan Maroko bisa menembus ke babak semifinal Piala Dunia 2022. Kehebatan Hakim Ziyech dkk menuai decak kagum banyak pihak. 

Jauh sebelum Hakim Ziyech, Achraf Hakimi, Youssef En Nesyri naik panggung di Piala Dunia 2022, Maroko juga punya bintang sepak bola yang diakui kehebatannya, bahkan oleh seorang Pele

"Jika saya adalah raja sepak bola, maka Larbi Benbarek adalah Tuhannya" ucap Pele seperti dikutip dari aljazeera.com

Legenda Maroko itu bernama Larbi Benbarek. Larbi ialah bagian dari generasi awal Maroko unjuk gigi di panggung sepak bola dunia. 

Bagi orang Maroko, Lerbi sejajar dengan Pele. Ia berkulit hitam legam dan memiliki kemampuan olah si kulit bundar di atas rata-rata. 

Lerbi Benbarek bersama Pele (sumber: @LePaf)

Larbi lahir pada 1917 di pinggiran kota Casablanca. Saat itu Casablanca di bawah kependudukan Prancis. Soal kelahirannya jadi pro kontra. Ada data yang menyebut ia lahir pada 16 Juni 1914, ada yang 1915, 1916 hingga 1917. 

Ia terlahir dengan nama Abd al-Qadir Larbi Ben Mbarek. Saat masih berusia sangat kecil, Ben Barek menjadi anak yatim. Ayahnya yang seorang tukang kayu meninggal dunia. 

Di usia sangat muda, Ben Barek pun harus bekerja menjadi tulang punggung keluarga. Di tengah-tengah berjuang mencari nafkah, Ben Barek tetap lakoni hobinya bermain sepak bola dengan telanjang kaki di jalanan kota Casablanca. 

Pada 1934, ia memulai kariernya sebagai pesepak bola dengan membela tim kota kelahirannya, Idéal de Casablanca, tim kecil yang bermain di kasta kedua Liga Maroko. 

Baca Juga: Sisi Lain Sepak Bola Maroko: Kekerasan Jadi Budaya, Nyawa Suporter Berjatuhan, Mirip dengan Indonesia?

Ada satu cerita menarik pada laga debutnya bersama Ideal de Casablanca. Dilansir dari 20minutos.es, Ben Barek lakoni debut tanpa gunakan sepatu bola alias nyeker. 

Lerbi Benbarek (sumber: Facebook Demonio Blanco)

Hebatnya, meski nyeker pada laga debutnya, Ben Barek langsung cetak dua gol ke gawang tim lawan yakni US Marocaine, tim yang saat itu disebut sebagai tim terbaik di Afrika Utara. 

Brace Ben Barek pun langsung menyita perhatian publik. Ia pun mendapat kontrak profesional pertama dari klub IS Marocaine. Menariknya sebagai imbalan bermain di klub itu, Ben Barek dikasih kompensasi yakni bekerja sebagai penjaga pom bensin. 

Dua tahun kemudian, ia mendapat tawaran dari klub Ligue 1, Olympique de Marseille. Namun tawaran itu ditolak oleh IS Marocaine. Baru pada 1938, akhirnya Ben Barek resmi menjadi pemain Marseille dan mendapat bayaran 44ribu franc. 

Selang beberapa bulan, Ben Barek dipanggil untuk membela tim nasional Prancis. Ia mulai debutnya unutk Les Blues di Naples saat melawan Italia. 

Awal pemanggilan Ben Barek jadi titik awal hubungan tim nasional Prancis diperkuat talenta hebat berdarah Maroko, seperti Just Fontaine. 

Load More