Prancis gagal mempertahankan gelar juara Piala Dunia yang mereka raih pada 2018. Pada final Piala Dunia 2022 melawan Argentina, Prancis kalah di babak adu penalti.
Marah dan kecewa jelas dirasakan suporter Prancis. Kemarahan dan kekecewaan para pendukung Prancis berubah jadi aksi huru hara yang terjadi di jalanan kota Paris.
Mengutip dari The Sun, pihak kepolisian terpaksa menembakkan gas air mata ke arah pendukung Prancis usai pertandingan final Piala Dunia 2022.
Ribuan orang turun di jalanan kota Paris, Nice dan Lyon setelah kekalahan Les Blues 2-4 dari Argentina di babak adu penalti.
Bentrok dengan pihak kepolisian tak terhindarkan saat massa semakin banyak dan berkumpul di salah satu tempat ikonik di Paris, Champs-Elysees.
Menurut kronologis awal, bentrok terjadi setelah sejumlah pendukung Prancis dengan sengaja membakar suar dan menyalakan kembang api.
Polisi berusaha menghentikan aksi para suporter namun malah dibalas dengan lemparan batu dan kayu. Hal sama juga terjadi di kota Lyon.
Polisi anti huru hara menembakkan gas air mata dan meriam air setelah para perusuh melempari mereka dengan batu dan benda-benda lainnya.
Di kota lain, Nice, sebuah kendaraan dibakar oleh para perusuh. Mobil yang terbakar itu berada di tengah jalan dan petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api.
Baca Juga: Dramatis! Mbappe Cetak Brace, Prancis vs Argentina Lanjut Babak Tambahan Waktu
Sementara itu, di Montpellier, muncul rekaman video amatir yang memperlihatkan kerusuhan di kota tersebut. Sejumlah orang melempari polisi dengan kembang api, batu hingga kursi.
Menurut laporan media lokal Prancis, hampir 115 orang ditangkap setelah terjadinya kerusuhan di sejumlah kota pasca kekalahan Prancis di final Piala Dunia 2022.
Berita Terkait
-
Alasan Lionel Messi Pakai Jubah Khas Arab saat Perayaan Juara Piala Dunia 2022 Qatar
-
Depresi Warga Argentina Soal Ekonomi Hilang Berkat Kemenangan Lionel Messi Cs
-
Jika Lionel Messi GOAT, Bagaimana Ia Diciptakan?
-
Berapa Jumlah Hadiah yang Didapat Argentina sebagai Juara Piala Dunia Qatar 2022? Capai 600 Miliar!
-
Trigol Mbappe Tak Mampu Bawa Prancis Catatkan Rekor Back-to-Back di Qatar
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Robek Gawang Jerman! Eks Rekan Justin Hubner Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026
-
Ruang Ganti Brasil Memanas! Endrick Ngamuk Tak Dimainkan Carlo Ancelotti
-
Miroslav Klose Ikhlas Rekor Golnya di Piala Dunia Disalip Lionel Messi
-
Dilema Scaloni! Julian Alvarez atau Lautaro Martnez, Siapa Jadi Striker Argentina?
-
Vitinha Berani Garansi! Final Piala Dunia 2026 Messi vs Ronaldo Jadi Kenyataan
-
Sering Ditagih Warga, Alasan Kapolres Bekasi Kombes Sumarni Hubungi Sony Sonjaya Terungkap
-
Kabar Terbaru Tol Bocimi, Kapan Jalur Cibadak-Sukabumi Barat Mulai Bisa Dilintasi?
-
Viral Siswi SD Menangis Akibat Listrik Padam Saat OSN, Disdik Sukabumi Minta Ujian Diulang
-
6 Fakta Terbaru Pemeriksaan Wabup Syafrudin, Kasus Korupsi Tunjangan DPRD Indramayu
-
BEM USU Gelar Demo di DPRD Sumut Besok, Usung 6 Tuntutan