/
Senin, 19 Desember 2022 | 12:42 WIB
Kerusuhan di Paris pasca kekalahan Prancis di final Piala Dunia 2022. (The Sun)

Prancis gagal mempertahankan gelar juara Piala Dunia yang mereka raih pada 2018. Pada final Piala Dunia 2022 melawan Argentina, Prancis kalah di babak adu penalti. 

Marah dan kecewa jelas dirasakan suporter Prancis. Kemarahan dan kekecewaan para pendukung Prancis berubah jadi aksi huru hara yang terjadi di jalanan kota Paris

Mengutip dari The Sun, pihak kepolisian terpaksa menembakkan gas air mata ke arah pendukung Prancis usai pertandingan final Piala Dunia 2022. 

Ribuan orang turun di jalanan kota Paris, Nice dan Lyon setelah kekalahan Les Blues 2-4 dari Argentina di babak adu penalti. 

Bentrok dengan pihak kepolisian tak terhindarkan saat massa semakin banyak dan berkumpul di salah satu tempat ikonik di Paris, Champs-Elysees. 

Menurut kronologis awal, bentrok terjadi setelah sejumlah pendukung Prancis dengan sengaja membakar suar dan menyalakan kembang api. 

Polisi berusaha menghentikan aksi para suporter namun malah dibalas dengan lemparan batu dan kayu. Hal sama juga terjadi di kota Lyon. 

Polisi anti huru hara menembakkan gas air mata dan meriam air setelah para perusuh melempari mereka dengan batu dan benda-benda lainnya. 

Di kota lain, Nice, sebuah kendaraan dibakar oleh para perusuh. Mobil yang terbakar itu berada di tengah jalan dan petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api. 

Baca Juga: Dramatis! Mbappe Cetak Brace, Prancis vs Argentina Lanjut Babak Tambahan Waktu

Sementara itu, di Montpellier, muncul rekaman video amatir yang memperlihatkan kerusuhan di kota tersebut. Sejumlah orang melempari polisi dengan kembang api, batu hingga kursi. 

Menurut laporan media lokal Prancis, hampir 115 orang ditangkap setelah terjadinya kerusuhan di sejumlah kota pasca kekalahan Prancis di final Piala Dunia 2022. 

Load More