Tak bisa dipungkiri, gelaran Piala Dunia 2022 juga menjadi ajang bagi sebagian orang untuk mencari peruntungan dengan memasang taruhan alias bermain judi.
Judi di sepak bola tidak hanya dilakukan orang-orang awam, namun juga orang berduit. Kadang menang, tapi tak sedikit harus boncos alias kalah. Tengok saja rapper kenamaan Drake yang harus kehilangan Rp15 miliar di final Piala Dunia 2022.
Padahal Drake saat itu menjagokan Argentina yang keluar sebagai juara Piala Dunia 2022. Lantas mengapa ia harus kehilangan uang sebesar itu?
Hal ini lantaran Drake memasang Argentina di waktu normal, 2x45 menit, tidak termasuk waktu tambahan dan babak adu penalti. Alhasil, uang Rp15 miliar milik Drake pun lenyap.
Judi di sepak bola adalah hal lumrah meski di Indonesia masih dianggap pro kontra. Judi di sepak bola dianggap bisa menciderai fair play.
Jika mau melihat soal praktek perjudian secara 'fair' di sepak bola Eropa tanpa menciderai sepakbola itu sendiri, mungkin kita bisa melihat dari sosok bernama Tony Ansell.
Di Inggris sosok Ansell dikenal sebagai salah satu penjudi kelas kakap di Liga Inggris. Apakah ia menggunakan koneksi pejabat di klub dan federasi sepakbola Inggris untuk mendapat untung banyak? Ternyata tidak.
Ansell yang juga seorang mantan akuntan menggunakan ilmu matematika untuk bertaruh di rumah judi. Kemampuan matematika menurut Ansell mutlak dimiliki oleh para penjudi dan bandar judi yang tak mau merusak sepakbola dengan praktek match fixing.
Ansel mengatakan bahwa ia akan selalu berpikir logis dalam hitung-hitungan matemis serta cermat tiap kali ia bertaruh di satu pertandingan,
Baca Juga: 5 Momen Aneh di Piala Dunia 2022: Ronaldo Rogoh-rogoh Celana, Tukang Daging Bikin Bingung Messi
"Perjudian lebih dari sekedar permainan angka-angka buat saya dan semakin saya sadar angka-angka tersebut menguntungkan saya," kata Ansell seperti dikutip dari majalah fourfourtwo
Standar judi sepakbola menurut Ansell wajib diperhatikan betul para penjudi saat ingin bertaruh. Keuntungan sebagai bandar akan semakin turun jika kita bermain di divisi-divisi paling bawah.
Perbandingan antara presentase kemenangan kandang dengan kemenangan tandang sangat tipis jika coba bermain judi di laga divisi utama seperti Liga Inggris.
Jika mempertemukan dua tim besar, tim tandang lazimnya mendapat angka 9/4 dibanding tim tamu. Fakta-fakta ini didapat Ansell saat ia mulai pertama bermain judi di divisi tiga liga Inggris.
Yang menarik kemudian, Ansell menyebut bahwa jika ingin menjadi penjudi profesional hal utama yang wajib dilakukan ialah tidak menjadi penjudi yang tidak ingin bangkrut.
Selanjutnya jangan pernah menjadi penjudi yang idealis yang melawan arus. Harus ada alasan yang jelas jika seorang penjudi mencoba 'berbeda'.
Berita Terkait
-
FIFA Rilis 10 Pencapaian Individu Pasca Gelaran Piala Dunia Qatar 2022
-
Juara Piala Dunia 2022, Pemerintah Argentina Tetapkan Selasa Jadi Hari Libur Nasional
-
Google Search Cetak Rekor Berkat Final Piala Dunia 2022
-
4 Negara dengan Catatan Terbaik di Piala Dunia 2022, Ada Wakil Benua Asia!
-
Ternyata Ini Makna Jubah Bisht yang Lionel Messi Saat Piala Dunia, Gak Sembarangan!
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Jokowi Mulai Keliling Indonesia, Lampung Jadi Tujuan Pertama, Ada Agenda Apa?