Kecuali jika seorang penjudi mengetahui ada faktor kunci yang bisa membuat satu tim kalah, faktor kunci yang dimaksud salah satunya ialah pemain utama cedera.
Terakhir kata Ansell, jangan pernah memasang taruhan lebih dulu sebelum satu ajang dimulai. Maksudnya, penjudi harus juga memperhitungkan laga pramusim satu tim untuk kemudian ia analisis. Tidak sekedar perbandingan kekuatan tim yang bertanding.
Maksud dari pemaparan soal Ansell ini ialah bahwa praktek perjudian di sepak bola selama itu tidak merusak pertandingan artinya memang sah-sah saja.
Paparan dari Ansell menujukkan bahwa praktek perjudian di Inggris sana murni didasari berdasarkan hitung-hitungan matematis serta analisis sepakbola.
Karenanya cukup mengherankan kalau kemudian di Indonesia, orang-orang yang dianggap menciderai sepakbola dan judi sepakbola masih berkeliaran untuk melakukan match fixing.
Pasalnya match fixing sendiri bagi para penjudi seperti Ansell tentu sangatlah merugikan. Artinya para penjudi yang murni bertaruh karena hitung-hitungan matematis dan analisis sepakbola harus dirugikan karena hasil laga sudah diatur untuk kemenangan penjudi tertentu.
Jurnalis Cina Xie Caifeng dari chinadaily.com mengatakan bahwa orang yang memanipulasi hasil sepakbola tidak bisa serta merta dianggap sebagai bagian dari perjudian namun lebih tepatnya sebagai aksi manipulasi.
Di Cina hal tersebut dibedakan, karenanya di Cina sistem lotere sepakbola yang di Indonesia dianggap sebagai bagian dari judi merupakan hal yang legal. Yang diperangi di Cina bukanlah perjudian di olahraga namun lebih ke praktek suap atau match fixing itu tadi.
Berdasar hukum pidana di Cina terkait praktek suap di pertandingan olahraga ganjaran hukumannya ialah 10 tahun penjara.
Baca Juga: 5 Momen Aneh di Piala Dunia 2022: Ronaldo Rogoh-rogoh Celana, Tukang Daging Bikin Bingung Messi
Dalam hukum tersebut dijelaskan bahwa jika ada satu orang mengatur hasil pertandingan dan meminta 3 orang untuk ikut bertaruh di pertandingan yang sudah diatur tersebut dengan nilai nominal taruhan 50 ribu Yuan, orang pertama tadi sudah masuk sebagai kategori pelaku match fixing.
Pengelolaan yang tepat industri judi di olahraga memang sudah dilakukan sejumlah negara. Ambil contoh di Inggris, mereka memiliki Komisi Perjudian dan badan pengawas yang memiliki payung hukum.
Bahkan mereka tak sungkan untuk melakukan riset tentang permasalahan dan bahaya judi. Seperti yang dilaporkan vice.com, riset pada 2017 lalu Komisi Perjudian menemukan bahwa terjadi lonjakan penjudi bermasalah hampir 40 persen dalam tiga tahun ke belakang.
Apa itu penjudi bermasalah? Seperti disebutkan oleh Anseel di atas, penjudi yang tak ingin bangkrut, serta penjudi yang tak memiliki bekal kemampuan analisis dan matematis.
Apa dampaknya dengan banyaknya penjudi bermasalah tersebut? Tentu saja di pertandingan sepakbola, hal itu membuat praktek match fixing semakin besar peluangnya untuk tercipta.
Karenanya Joey Barton, pesepak bola yang terperangkap dalam perjudian mengatakan bahwa bukan hal mudah untuk menghentikan praktek perjudian, federasi sepakbola tentu akan kesulitan untuk mendorong orang-orang agar tidak boleh bertaruh di satu pertandingan olahraga, yang terpenting kata Barton bagaimana federasi bisa menerapkan aturan profesional terkait judi dan sepak bola.
Berita Terkait
-
FIFA Rilis 10 Pencapaian Individu Pasca Gelaran Piala Dunia Qatar 2022
-
Juara Piala Dunia 2022, Pemerintah Argentina Tetapkan Selasa Jadi Hari Libur Nasional
-
Google Search Cetak Rekor Berkat Final Piala Dunia 2022
-
4 Negara dengan Catatan Terbaik di Piala Dunia 2022, Ada Wakil Benua Asia!
-
Ternyata Ini Makna Jubah Bisht yang Lionel Messi Saat Piala Dunia, Gak Sembarangan!
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026