Klub Arab Saudi Al Nassr resmi menggaet megabintang Portugal, Cristiano Ronaldo. Eks pemain Manchester United tersebut akan bermain di Al Nassr hingga 2025.
Bergabung ke klub Al Nassr, Cristiano Ronaldo diperkirakan mendapat pendapatan mencapai 200 juta euro per tahun atau setara dengan Rp3 triliun.
Uang sebesar itu tentu akan sangat berguna bagi negara-negara yang tengah membangun sepak bola mereka, seperti Indonesia misalnya.
Ya, uang Rp3 triliun yang bakal diterima Ronaldo selama satu tahun di Al Nassr bisa memajukan sepak bola Indonesia untuk puluhan tahun mendatang. Kok bisa?
Salah satu faktor yang bisa membuat satu negara maju di sepak bola ialah adanya training center dengan standar internasional atau standar FIFA.
Mau bukti? Coba tengok bagaimana prestasi Maroko di Piala Dunia 2022. Salah satu faktor kuat yang membuat negara di Afrika itu maju ialah adanya training center.
Dengan bantuan dari uang FIFA, Maroko beberapa tahun ke belakang membangun fasilitas sepak bola berstandar internasional untuk pengembangan bibit muda. Hal sama juga dilakukan negara Afrika lainnya, seperti Ghana.
Sejumlah negara memang mendapat suntikan dana dari FIFA untuk mengembangkan sepak bola mereka, begitu juga dengan Indonesia.
Induk sepak bola Indonesia, FIFA pada tahun ini misalnya mendapat suntikan bantuan Rp7,7 miliar dari FIFA. Uang itu diberikan FIFA untuk membantu anggotanya yang terdampak pandemi.
Ketum PSSI, Mochamad Iriawan alis Iwan Bule sempat mengatakan bahwa uang bantuan FIFA itu akan digunakan secara transparan untuk pelaksanaan program, meski tidak jelas program apa yang dimaksud.
Sejatinya PSSI sempat gulirkan akan membangun training center dengan standar FIFA di kawasan Sukabumi, Jawa Barat pada 2020. Lantas berapa biaya yang dibutuhkan PSSI untuk membangun training center tersebut?
Iwan Bule sempat menyebut bahwa untuk pembangunan satu training center berstandar FIFA setidaknya butuhkan dana mencapai Rp40 miliar. Artinya dengan Rp3 triliun milik Ronaldo, bisa dibangun 75 training center di seluruh Indonesia.
Andai uang itu bisa dimiliki Indonesia, bukan tidak mungkin prestasi Timnas Indonesia bisa menyamai Maroko di Piala Dunia 2022.
"Sekarang tanah milik PSSI dong, nanti juga akan dibangun infrastruktur seperti tol. Uang FIFA yang $2,8 juta harus kami ambil dan manfaatkan, kalau tidak sayang, bisa hangus," kata Iwan Bule beberapa waktu lalu.
Lantas bagaimana kelanjutan pembangunan training center di Sukabumi saat ini? Tentu saja tidak ada kejelasan.
Berita Terkait
-
Masya Allah! Seorang Cristiano Ronaldo Setara dengan Nilai Perputaran Uang di BRI Liga 1 Selama Semusim
-
Gila! Gabung ke Al Nassr, Gaji Cristiano Ronaldo Hampir Menyamai Uang Sitaan Koruptor Surya Darmadi
-
Cristiano Ronaldo Ungkap Alasannya Lebih Memilih Bergabung dengan Klub Liga Arab Saudi
-
Digaji Selangit Klub Al-Nassr, Cristiano Ronaldo Tak Sabar Berlaga di Liga Arab Saudi: Saya Senang!
-
Cristiano Ronaldo Resmi Bergabung dengan Al Nassr, Kontraknya Tembus Rp 3,3 Triliun
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123