Suara.com - Tomat merupakan salah satu makanan sehat yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.
Selain kaya vitamin C dan serat yang baik untuk menurunkan berat badan, makan tomat secara teratur juga efektif untuk mencegah stroke.
Seperti dilansir dari BBC, tomat memiliki antioksidan yang disebut likopen (lycopene). Zat ini dapat menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh yang dapat menyebabkan kanker dan serangan jantung.
Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Neurology baru-baru ini menunjukkan bahwa mereka yang memiliki kandungan tinggi likopen dalam darahnya memiliki kecenderungan untuk menurunkan risiko stroke secara signifikan.
"Studi ini menambahkan bukti bahwa makan buah-buahan dan sayuran secara teratur dapat menurunkan risiko beberapa penyakit berbahaya seperti stroke, penyakit jantung, diabetes," kata Dr Jouni Karppi dari University of Eastern Finland.
Untuk mendapatkan manfaat yang maksimal, tomat sebaiknya direbus atau dikukus dulu, atau bisa juga dijadikan sup untuk disantap. Ini dikarenakan tomat yang sudah dimasak kadar likopennya lebih tinggi ketimbang tomat yang masih segar.
Jadi, dengan temuan ilmiah terbaru ini tak ada lagi alasan bagi Anda untuk tak menyukai tomat.
Berita Terkait
-
DKI Siaga Cuaca Panas Ekstrem, 31 RS dan Ratusan Puskesmas Antisipasi Heat Stroke
-
Suhu Jakarta Tembus 35,6 Derajat Celsius, Warga Diimbau Waspada Risiko Heat Stroke
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Time is Muscle: Pentingnya Respons Cepat saat Nyeri Dada untuk Mencegah Kerusakan Jantung
-
4 Pelembab Pomegranate Kaya Antioksidan untuk Kulit Glowing dan Kencang
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
-
Habib Rizieq Shihab: Umat Islam Sunni dan Syiah Harus Bersatu Lawan AS-Israel
Terkini
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya