- Stroke merupakan penyebab utama kematian dan kecacatan di Indonesia akibat keterlambatan penanganan pasien melampaui masa golden period 4,5 jam.
- Siloam Hospitals Dhirga Surya Medan menjadi rumah sakit swasta pertama di Indonesia yang meraih sertifikasi Advanced Stroke Centre internasional.
- Sertifikasi WSO ini mengakui standar tinggi layanan darurat 24 jam untuk menekan angka kecacatan melalui penanganan stroke yang tepat.
Suara.com - Stroke masih menjadi salah satu penyebab kematian dan kecacatan tertinggi di Indonesia. Namun, banyak pasien datang ke rumah sakit dalam kondisi terlambat karena gejala awal kerap dianggap sepele atau tidak dikenali sejak awal.
Padahal, dalam penanganan stroke terdapat periode krusial yang dikenal sebagai golden period, yakni kurang dari 4,5 jam sejak gejala pertama muncul. Pada fase ini, pasien memiliki peluang lebih besar untuk selamat dan pulih dengan risiko kecacatan yang lebih rendah.
Sebaliknya, keterlambatan penanganan dapat menyebabkan kerusakan otak permanen. Dalam kasus stroke iskemik, aliran darah yang terhambat membuat sel-sel otak mati dengan cepat. Semakin lama pasien tidak mendapatkan terapi, semakin besar risiko kelumpuhan, gangguan bicara, penurunan fungsi tubuh, bahkan kematian.
Kondisi ini menjadi tantangan serius di berbagai daerah, termasuk Sumatera Utara yang memiliki prevalensi stroke sekitar 9,3 persen dan masuk dalam wilayah dengan beban kasus cukup tinggi secara nasional.
Selain minimnya kesadaran masyarakat terhadap gejala stroke, keterbatasan akses layanan stroke terpadu juga menjadi faktor yang memengaruhi keterlambatan penanganan pasien.
Gejala stroke sendiri dapat dikenali melalui tanda-tanda seperti wajah mencong, kelemahan mendadak pada salah satu sisi tubuh, bicara pelo, hingga penurunan kesadaran. Dalam situasi seperti ini, pasien dianjurkan segera dibawa ke rumah sakit yang memiliki fasilitas penanganan stroke lengkap.
Di tengah tingginya kebutuhan layanan tersebut, Siloam Hospitals Dhirga Surya Medan resmi meraih sertifikasi Advanced Stroke Centre dari World Stroke Organization (WSO). Pencapaian ini menjadikannya sebagai rumah sakit swasta pertama di Indonesia yang memperoleh pengakuan internasional tersebut.
Sertifikasi Advanced Stroke Centre diberikan kepada fasilitas kesehatan yang memenuhi standar tinggi dalam penanganan stroke, mulai dari diagnosis cepat, layanan kegawatdaruratan 24 jam, tindakan medis lanjutan, hingga rehabilitasi berbasis bukti ilmiah.
Penilaian juga mencakup kecepatan penanganan pasien atau door-to-needle time, kesiapan tim multidisiplin, serta kemampuan melakukan prosedur lanjutan seperti trombektomi untuk menangani sumbatan pembuluh darah otak.
Baca Juga: Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak
Chief Executive Officer Siloam Hospitals Dhirga Surya Medan, Hartono Teguh Wijaya, mengatakan sertifikasi ini menjadi bagian dari komitmen rumah sakit dalam meningkatkan kualitas layanan stroke di Indonesia.
“Ini bukan sekadar penghargaan, tetapi komitmen kami untuk memastikan pasien mendapatkan penanganan stroke terbaik tanpa harus ke luar negeri,” ujar Hartono.
Menurutnya, keberhasilan tersebut didukung kolaborasi tim medis lintas spesialis seperti neurologi, radiologi, dan bedah saraf guna memastikan pasien mendapatkan penanganan cepat dan tepat.
Sebelumnya, rumah sakit ini juga menerima Diamond Award dari program WSO Angels Awards dalam beberapa periode atas capaian kecepatan diagnosis dan efektivitas terapi stroke akut.
Keberadaan fasilitas stroke berstandar internasional di daerah diharapkan dapat memperluas akses layanan kesehatan berkualitas sekaligus menekan angka kematian dan kecacatan akibat stroke di Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!
-
Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini