Suara.com - Memasuki bulan Mei, biasanya sinar matahari mulai garang. Dan penggunaan tabir muka pun makin dibutuhkan untuk menghindarkan kulit dari kemungkinan rusak akibat terbakar sinar matahari.
Salah satu faktor penting dalam pemilihan tabir surya adalah faktor pelindung sinar matahari (SPF). Angka SPF yang tepat, akan menjamin perlindungan bagi kulit Anda.
Berikut beberapa petunjuk untuk memilih tabir surya dengan SPF yang tepat dengan kondisi kulit dan situasi yang Anda hadapi. Langkah awal adalah memperkirakan berapa lama kulit bisa terpapar sinar matahari sebelum mulai terbakar. angka yang didapatkan kita sebut sebagai angka pembagi.
Langkah selanjutnya adalah menghitung berapa lama Anda akan berada di bawah sinar matahari. Selanjutnya, adalah membagi berapa lama Anda akan berada di bawah sinar matahari dengan faktor pembagi. Angka yang dihasilkan itulah angka SPF yang cocok bagi Anda.
Jadi, misalnya tipe kulit Anda akan terbakar dalam 10 menit dan Anda berencana berada di luar ruangan selama 3 jam atau 180 menit, maka SPF yang cocok untuk Anda adalah 18 atau lebih. Oh ya, disarankan menggunakan angka SPF lebih tinggi darai yang dibutuhkan untuk menghindari kulit yang terbakar. (easygoodhealth.com)
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS